MoneyTalk, Jakarta – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai lebih menekankan aspek keamanan Israel dibandingkan penderitaan rakyat Palestina.
Gus Umar mengatakan, hingga saat ini hampir 60 ribu warga Palestina telah dibunuh secara sadis oleh Israel, namun pernyataan Prabowo justru memunculkan kesan keberpihakan yang keliru.
“Sedih ya, apa Prabowo enggak tahu hampir 60 ribu warga Palestina dibunuh secara sadis oleh Israel? Kok bisa beliau malah lebih mikir keamanan Israel dibanding Palestina?” kata Gus Umar dalam pernyataannya, Minggu (25/1/2026).
Menurut Gus Umar, sikap tersebut bertentangan dengan sejarah panjang dan prinsip politik luar negeri Indonesia yang sejak awal tegas membela kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.
Ia juga mempertanyakan peran Kementerian Luar Negeri dalam memberikan masukan kepada Presiden Prabowo, sehingga pernyataan yang keluar justru menimbulkan polemik di tengah publik.
“Ini Menlu kasih masukan apa ke Prabowo sampai bisa bicara seperti itu? Harusnya Menlu paham betul sikap konstitusional Indonesia soal Palestina,” tegasnya.
Gus Umar menilai, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan memiliki sejarah diplomasi kuat dalam mendukung Palestina, Indonesia seharusnya berada di barisan terdepan dalam mengecam kekerasan Israel, bukan sebaliknya.
“Yang dibutuhkan Palestina sekarang adalah pembelaan moral dan politik, bukan narasi yang seolah-olah menormalisasi keamanan penjajah di atas darah korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Umar mengingatkan bahwa pernyataan pejabat tinggi negara memiliki dampak besar secara diplomatik dan psikologis, baik bagi rakyat Indonesia maupun bagi perjuangan Palestina di mata dunia internasional.
“Jangan sampai Indonesia kehilangan posisi terhormatnya sebagai bangsa yang konsisten membela kemanusiaan dan keadilan,” pungkasnya.





