Menag Samakan Board of Peace dengan Perjanjian Hudaibiyah, Gus Umar: Astaghfirullah

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait penyebutan Board of Peace yang dianalogikan dengan Perjanjian Hudaibiyah pada masa Rasulullah.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Gus Umar mengaku geram dengan narasi tersebut. Ia bahkan menyebut dirinya ingin melontarkan kata-kata keras, namun menahan diri karena khawatir berpotensi terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Astaghfirullah. Segini banget lu jadi Menag. Pengen banget maki orang ini tapi bisa dikenain UU ITE. Satu kata untuk orang ini, ges?” tulis Gus Umar dalam unggahannya, Ahad (8/2/2026).

Pernyataan itu muncul sebagai respons atas pemberitaan yang menyebut Menteri Agama mengibaratkan Board of Peace seperti Perjanjian Hudaibiyah, sebuah kesepakatan damai bersejarah antara Nabi Muhammad SAW dan kaum Quraisy yang kerap dimaknai sebagai strategi diplomasi untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

Unggahan Gus Umar sontak memantik perdebatan di ruang publik digital. Sebagian warganet menilai analogi sejarah keagamaan dalam konteks geopolitik modern perlu disampaikan dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan multitafsir. Namun, ada pula yang melihat pernyataan Menag sebagai bentuk pendekatan simbolik untuk menekankan pentingnya jalan damai.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian Agama terkait kritik yang disampaikan Gus Umar tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *