Polisi Dinilai Diam atas Teror Ketua BEM UGM, Andi Arief: Rugikan Citra Pemerintah

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Dugaan teror terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto menjadi sorotan publik. Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menilai aparat kepolisian tidak boleh bersikap pasif dalam menangani kasus tersebut.

Ketua BEM UGM dilaporkan menerima ancaman melalui pesan WhatsApp. Tak hanya dirinya, ibunya juga disebut ikut menjadi sasaran teror. Informasi ini memicu keprihatinan, mengingat kebebasan berekspresi mahasiswa merupakan bagian dari ruang demokrasi yang dijamin konstitusi.

Andi Arief menegaskan, aparat penegak hukum seharusnya mampu bergerak cepat. Menurutnya, dengan perangkat teknologi digital yang dimiliki kepolisian, pelacakan pengirim pesan ancaman bukan perkara sulit.

“Harusnya ini soal gampang menemukan pelakunya. Kepolisian punya alat canggih untuk mendeteksi. Kalau dibiarkan berlarut, ini merugikan citra pemerintah,” ujar Andi Arief dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Kasus ini pun memantik perdebatan di ruang publik. Banyak kalangan menilai ancaman terhadap aktivis mahasiswa tidak boleh dipandang remeh, terlebih jika menyasar keluarga. Tekanan psikologis akibat teror digital dinilai dapat menghambat kebebasan berpendapat.

Sejumlah pegiat hak asasi manusia mendesak aparat segera melakukan penyelidikan terbuka dan transparan. Mereka menilai respons cepat akan menjadi indikator komitmen negara dalam melindungi warganya, termasuk mahasiswa yang aktif menyuarakan kritik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan dugaan teror terhadap Ketua BEM UGM tersebut.

Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjaga rasa aman di ruang digital, sekaligus memastikan demokrasi tetap tumbuh tanpa intimidasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *