Gus Umar: Saya Berharap Iran Punya Senjata yang Bisa Hancurkan Tel Aviv dan Bunuh Netanyahu 

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Aktivis media sosial sekaligus tokoh muda Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan atau yang dikenal dengan panggilan Gus Umar menyampaikan harapannya agar Iran memiliki senjata yang mampu menghancurkan Tel Aviv dan menewaskan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial yang kemudian ramai diperbincangkan warganet. Dalam unggahannya, Gus Umar menulis bahwa dirinya berharap Iran memiliki kekuatan militer yang dapat menghancurkan kota Tel Aviv.

“Posisi seperti ini saya berharap Iran punya senjata yang bisa hancurin kota Tel Aviv dan bikin Netanyahu mati mengenaskan. Kalian sama gak sih seperti keinginan dan harapan saya?” tulisnya,Sabtu (7/3/2026).

Unggahan tersebut langsung memancing berbagai reaksi dari pengguna media sosial. Sebagian warganet menyatakan dukungan terhadap pernyataan Gus Umar karena melihatnya sebagai bentuk kemarahan terhadap kebijakan Israel di Palestina.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Israel. Dalam beberapa waktu terakhir, kedua negara terlibat aksi saling serang yang membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas. Serangan rudal Iran bahkan dilaporkan sempat menghantam kawasan permukiman di Tel Aviv dan menyebabkan korban luka serta kerusakan bangunan.

Konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan sekutunya juga menimbulkan kekhawatiran dunia internasional karena berpotensi meluas menjadi perang regional. Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi yang lebih besar.

Sementara itu, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia terkait pernyataan Gus Umar tersebut. Namun dalam berbagai kesempatan, pemerintah Indonesia secara konsisten menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina serta mendorong penyelesaian konflik Timur Tengah melalui jalur diplomasi dan perdamaian.

Di tengah situasi geopolitik yang semakin tegang, pernyataan-pernyataan dari tokoh publik di media sosial sering kali menjadi sorotan karena dapat mempengaruhi opini publik dan memicu perdebatan luas di masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *