MoneyTalk.id,Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita kembali menjadi sorotan setelah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 menunjukkan lonjakan kekayaannya yang cukup signifikan.
Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan pada 30 Maret 2026, total kekayaan Agus Gumiwang mencapai Rp244.725.718.408 atau sekitar Rp244,7 miliar. Angka tersebut meningkat Rp46,1 miliar dibandingkan laporan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp198,6 miliar.
Kenaikan tersebut setara dengan sekitar 23,2 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Dalam laporan itu, sumber kekayaan terbesar Agus Gumiwang berasal dari kategori harta lainnya yang mencapai Rp171,3 miliar. Selain itu, ia juga memiliki aset tanah dan bangunan dengan nilai total sekitar Rp79 miliar yang tersebar di sejumlah daerah strategis.
Beberapa aset properti yang tercatat antara lain tanah seluas 456 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp24 miliar, tanah di Gianyar, Bali, seluas 3.260 meter persegi senilai Rp2 miliar dan tanah seluas 25.300 meter persegi senilai Rp7,2 miliar.
Agus juga memiliki sejumlah rumah dan bangunan di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, serta Bogor dengan nilai miliaran rupiah.
Selain properti, Menperin yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu tercatat memiliki koleksi kendaraan dengan total nilai Rp2 miliar. Kendaraan tersebut terdiri atas Mitsubishi Pajero tahun 2019 senilai Rp330 juta, Toyota BZ4X tahun 2022 senilai Rp500 juta, Mini Countryman tahun 2024 senilai Rp1 miliar, serta Daimler Chrysler tahun 1997 yang diperoleh melalui hibah tanpa akta senilai Rp180 juta.
Tak hanya itu, Agus Gumiwang juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp45,5 miliar dan surat berharga senilai Rp35,6 miliar. Sementara kas dan setara kas yang dimilikinya tercatat mencapai Rp9,9 miliar.
Meski demikian, laporan tersebut juga mencatat adanya utang sebesar Rp98,8 miliar. Setelah dikurangi kewajiban tersebut, total kekayaan bersih Agus Gumiwang tetap mencapai Rp244,7 miliar.
Lonjakan kekayaan sebesar Rp46,1 miliar dalam satu tahun ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik, mengingat Agus Gumiwang merupakan salah satu menteri strategis dalam kabinet serta tokoh senior Partai Golkar.
Sebagai pejabat negara, seluruh data kekayaan yang dilaporkan melalui LHKPN merupakan bagian dari mekanisme transparansi dan akuntabilitas yang diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Publik pun dapat mengakses laporan tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap penyelenggara negara.
Kenaikan harta kekayaan pejabat publik kerap menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika terjadi peningkatan signifikan dalam waktu relatif singkat. Karena itu, keterbukaan mengenai sumber penambahan kekayaan menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.





