MoneyTalk.id,Jakarta – Kementerian Perindustrian didesak oleh Forum Asta Cita Center untuk segera memanggil jajaran manajemen PT Astra International Tbk guna memaparkan arah transisi bisnis mereka. Langkah tegas ini dianggap krusial agar dominasi kuat Astra di sektor otomotif tanah air sejalan dengan program transisi energi serta target reduksi emisi karbon dari pemerintah.
Rudi Banu Wibowo, Pengamat Kebijakan Publik dari Forum Asta Cita Center, menegaskan bahwa jalannya transformasi di industri otomotif tidak boleh lepas dari pengawasan dan evaluasi pemerintah. Sebagai pemimpin pasar kendaraan di Indonesia, Astra dinilai wajib memperlihatkan langkah konkret dalam menyokong kebijakan energi bersih.
”Forum Asta Cita Center meminta Kementerian Perindustrian segera memanggil PT Astra International untuk menjelaskan roadmap transformasi bisnisnya. Pemerintah juga perlu mengevaluasi arah pengembangan industri otomotif agar benar-benar selaras dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rudi
Rudi memaparkan bahwa Indonesia berkomitmen memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen atas usaha sendiri, dan mencapai 43,2 persen lewat bantuan internasional pada tahun 2030, sesuai dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC). Kendati demikian, sasaran tersebut diprediksi bakal sukar dipenuhi jika perubahan di sektor transportasi dan industri otomotif masih bergerak di tempat.
Ia menambahkan bahwa bidang transportasi menjadi penyumbang sekira 11,7 persen dari total emisi gas rumah kaca di dalam negeri, di mana porsi terbesar bersumber dari kendaraan konvensional berbasis bahan bakar fosil. Oleh sebab itu, pabrikan otomotif dengan market share raksasa memikul tanggung jawab lebih besar untuk mengakselerasi pemakaian kendaraan ramah lingkungan.
Merujuk pada data internal, Astra berhasil memasarkan kurang lebih 483 ribu unit mobil sepanjang tahun 2024, yang setara dengan 56 persen pangsa pasar domestik. Di sektor roda dua, PT Astra Honda Motor membukukan penjualan hingga 4,9 juta unit atau mengontrol sekitar 78 persen pasar nasional. Memasuki tahun 2025, Astra diproyeksikan tetap mendominasi lewat penjualan sekitar 410 ribu unit mobil (51 persen pangsa pasar), sementara Astra Honda Motor diperkirakan kokoh memimpin pasar motor di angka 78 persen dengan penjualan menembus 5 juta unit.
Dalam pandangan Rudi, sebagian besar kendaraan yang beredar di jalanan saat ini masih mengandalkan mesin pembakaran internal (internal combustion engine) berbahan bakar bensin ataupun solar. Situasi ini menjadi indikator bahwa penerapan transisi energi pada industri otomotif belum memperlihatkan hasil yang optimal.
”Selama ini hilirisasi dan transisi energi jangan hanya berhenti sebagai slogan atau kampanye. Kami meminta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berani memanggil PT Astra International dan mengevaluasi komitmen perusahaan terhadap agenda transisi energi nasional,” pungkasnya





