Perancis vs Inggris: Perebutan Perunggu, Rivalitas Dua Bangsa yang Tak Pernah Benar-Benar Usai

  • Bagikan
Agung Nugroho, Pemaen Bola Kampung.

MoneyTalk.id, Jakarta – Sebelum peluit pertama dibunyikan, Perancis dan Inggris sejatinya sudah “bertanding” selama hampir seribu tahun. Mulai dari Penaklukan Norman pada 1066, Perang Seratus Tahun (1337–1453), hingga saling berebut pengaruh di berbagai belahan dunia pada era kolonial. Dari Joan of Arc hingga Napoleon Bonaparte, dari Agincourt hingga Waterloo, sejarah kedua bangsa ini dipenuhi rivalitas yang tak pernah benar-benar padam. Untungnya, pada 2026 mereka memilih menyelesaikannya lewat sepak bola, bukan lagi lewat meriam dan kapal perang.

Kini, rivalitas itu kembali hadir di panggung Piala Dunia 2026. Memang bukan final yang mereka dambakan, tetapi jangan salah, perebutan tempat ketiga tetap soal gengsi. Toh, pulang membawa medali perunggu tentu jauh lebih enak daripada pulang sambil terus memutar ulang rekaman semifinal.

Perancis datang ke laga ini setelah dihentikan Spanyol, sementara Inggris kembali dibuat patah hati oleh Argentina. Rasanya, kalau FIFA memberikan penghargaan untuk tim yang paling akrab dengan kalimat “maybe next time”, Inggris barangkali sudah menjadi langganan nominasi. Namun justru di sinilah karakter sebuah tim besar diuji: mampu bangkit setelah kegagalan dan menutup turnamen dengan kepala tegak.

Jika melihat perjalanan sepanjang turnamen, kedua tim sama-sama tampil impresif. Perancis dan Inggris sama-sama membukukan lima kemenangan dari enam pertandingan. Namun, Les Bleus tampil lebih efisien. Sepanjang turnamen, Perancis menunjukkan keseimbangan yang sangat baik antara lini depan dan lini belakang. Mereka menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol tertinggi sekaligus memiliki pertahanan yang sulit ditembus. Inggris juga tampil tajam, tetapi beberapa kali terlihat lebih mudah kehilangan konsentrasi di lini belakang, terutama pada momen-momen krusial.

Perjalanan Perancis menuju empat besar juga cukup meyakinkan. Mereka keluar sebagai juara Grup I sebelum menumbangkan Swedia (3-0) di babak 32 besar, Paraguay (1-0) di babak 16 besar, dan Maroko (2-0) di perempat final. Langkah mereka baru terhenti setelah takluk 0-2 dari Spanyol di semifinal.

Inggris pun tidak kalah impresif. Sebagai juara Grup L, The Three Lions menyingkirkan DR Kongo (2-1), kemudian mengalahkan Meksiko (3-2) dan Norwegia (2-1) untuk melangkah ke semifinal. Sayangnya, seperti film horor yang sudah sering diputar, petaka datang lagi di penghujung pertandingan ketika Argentina memastikan kemenangan 2-1. Bagi pendukung Inggris, menit-menit akhir tampaknya masih menjadi genre yang paling menegangkan.

Laga perebutan tempat ketiga memang sering dianggap sebagai pertandingan yang “tidak diinginkan”. Namun justru karena beban sudah berkurang, pertandingan seperti ini biasanya lebih terbuka. Para pemain cenderung bermain lepas, pelatih lebih berani mengambil risiko, dan penonton sering dihadiahi hujan gol. Singkatnya, pertandingan ini berpotensi lebih menghibur daripada beberapa laga final yang terlalu berhati-hati.

Sorotan tentu kembali mengarah kepada Kylian Mbappé. Penyerang Perancis itu masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan 8 gol dan berpeluang besar mengamankan Sepatu Emas. Di kubu Inggris, Harry Kane tetap menjadi andalan di lini depan, sementara kreativitas Jude Bellingham akan menjadi salah satu senjata utama untuk membongkar pertahanan Perancis.

Jika melihat kualitas permainan sepanjang turnamen, Perancis memang sedikit lebih diunggulkan. Organisasi permainan mereka lebih rapi, pertahanannya lebih disiplin, dan serangan baliknya sangat mematikan. Namun Inggris memiliki mental bertarung yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jika Kane, Bellingham, dan rekan-rekannya mampu memanfaatkan setiap peluang, pertandingan ini bisa berubah menjadi jual beli serangan yang membuat penonton lupa bahwa ini “hanya” perebutan tempat ketiga.

Prediksi saya, Perancis akan mengalahkan Inggris dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga peluit akhir. Saya memperkirakan Kylian Mbappé kembali menjadi pembeda lewat kontribusinya di lini serang Perancis, sementara Inggris akan memberikan perlawanan habis-habisan hingga menit terakhir. Meski demikian, solidnya permainan Les Bleus saya nilai cukup untuk mengamankan medali perunggu Piala Dunia 2026. Bagi Inggris, hasil tersebut akan kembali memperpanjang penantian untuk menutup Piala Dunia dengan senyum. Sementara Perancis setidaknya bisa pulang dengan medali di leher—karena kalau belum bisa membawa pulang trofi, membawa pulang perunggu tetap lebih baik daripada membawa pulang penyesalan.

Penulis : Agung Nugroho, Pemaen Bola Kampung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *