Dirut Agrinas Pangan Nusantara: KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

  • Bagikan
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota

MoneyTalk.id, Jakarta – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung DPR/MPR, 14 Agustus 2026, menjadi momentum penting bagi masyarakat miskin dan warga desa.

Dalam pernyataannya di kanal YouTube Sinkos, Joao menyebut pidato tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat bawah, khususnya melalui penguatan koperasi desa.

“Pidato Presiden Prabowo di Gedung DPR/MPR pada 14 Agustus 2026 merupakan hadiah untuk rakyat miskin dan masyarakat desa,” kata Joao.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Joao, gagasan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sejalan dengan amanat konstitusi dan janji kampanye Presiden Prabowo. Ia mengatakan koperasi tidak boleh lagi ditempatkan sebagai kekuatan ekonomi marginal, tetapi harus mampu mengisi ruang ekonomi yang selama ini belum tersentuh.

“Kami semangat menjalankan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi tidak menjadi ekonomi marginal untuk memainkan peran ekonomi yang selama ini kosong,” ujarnya.

Joao menilai persoalan kemiskinan di desa menjadi salah satu alasan penting mengapa negara perlu memperkuat perekonomian berbasis masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus memastikan agar kegiatan ekonomi dan sumber daya yang ada di desa dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Prabowo ingin mengembalikan ke rakyat,” katanya.

Selain koperasi, Joao menyebut sejumlah agenda pembangunan pemerintah seperti pembangunan infrastruktur, sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ia berpandangan pembangunan ekonomi Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan korporasi maupun investasi, tetapi harus dibangun melalui keseimbangan antara koperasi dan korporasi.

“Pembangunan ekonomi harus dibangun koperasi dan korporasi,” tegasnya.

Joao juga menaruh harapan besar terhadap keberadaan KDMP. Menurutnya, koperasi desa dapat menjadi semacam laboratorium bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

“KDMP menjadi laboratorium masyarakat desa dan pertumbuhan ekonomi di desa,” ujarnya.

Menurut dia, kehadiran negara diperlukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di tingkat bawah tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai investasi asing, APBD, maupun berbagai aktivitas ekonomi lainnya harus memiliki keterkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kehadiran negara memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak investasi asing dan APBD,” katanya.

Joao juga menyebut Indonesia sebagai negara yang memiliki daya tarik bagi investor. Namun, menurutnya, investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Indonesia negara manis untuk investasi. Ada pertumbuhan ekonomi di bawah maka daya beli naik,” ujarnya.

Dalam pandangannya, penguatan ekonomi desa akan menjadi salah satu kunci meningkatkan daya beli masyarakat. Jika kegiatan ekonomi tumbuh dari bawah, masyarakat desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama.

Joao juga menyoroti besarnya ketertarikan bangsa asing terhadap kekayaan alam Indonesia. Karena itu, ia menilai Indonesia perlu memiliki strategi agar pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi kepentingan nasional dan masyarakat.

“Banyak bangsa asing tertarik kekayaan alam, saatnya Indonesia merebut kembali,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *