Indonesia Tidak Kekurangan Uang, Indonesia Kelebihan Maling

  • Bagikan
Alhamdulillah! Anak Sekolah Dapat Bantuan 1,2 Juta dari Pemerintah!
Alhamdulillah! Anak Sekolah Dapat Bantuan 1,2 Juta dari Pemerintah!

MoneyTalk, Jakarta – Mardigu Wowiek dalam kanal YouTube-nya kembali melontarkan kritik keras terhadap penyakit kronis bangsa: korupsi. Menurutnya, persoalan utama Indonesia bukanlah ketiadaan uang, melainkan uang yang terus-menerus digerogoti oleh maling berbaju pejabat.

“Adakah sahabat yang tahu berapa nilai uang selama masa reformasi yang dikorupsi? Menurut data lembaga internasional, jumlahnya mencapai ribuan triliun rupiah. Dan siapa yang paling banyak menggondol? Silakan jawab sendiri,” ujar Mardigu.

Ia menekankan, andai korupsi bisa diberantas, wajah Indonesia akan jauh berbeda. Infrastruktur dan kesejahteraan rakyat akan berlipat ganda. Jalan tol, yang kini panjangnya hanya 2.893 km, bisa menembus 10.000 km. Jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten yang kini totalnya sekitar 527 ribu km, seharusnya bisa mencapai 1 juta km. Demikian pula rel kereta api yang saat ini 6.880 km, bisa berkembang menjadi 20.000 km yang menghubungkan seluruh pulau besar di Nusantara.

Di sektor kesehatan, Indonesia kini memiliki 3.155 rumah sakit. “Kalau tidak dikorupsi, seharusnya sudah berdiri lebih dari 10.000 rumah sakit modern di seluruh Indonesia. Tidak ada lagi impor obat, alat kesehatan, bahkan pangan. Kita pasti sudah punya pesawat terbang ciptaan sendiri, ribuan cold storage untuk nelayan, motor tempel hybrid bertenaga surya, hingga industri pangan mandiri,” tegas Mardigu.

Korupsi juga membuat rakyat kehilangan hak atas hunian dan pendidikan. Ia menyebutkan, 32 juta rumah layak huni seharusnya sudah dibangun. Pendidikan seharusnya gratis hingga kuliah, tanpa ada anak yang putus sekolah atau guru honorer yang tak terbayar. Bahkan jumlah guru bermutu bisa tiga kali lipat dari sekarang.

Indonesia, tambahnya, seharusnya tidak sekadar impor senjata, tapi sudah mengekspor senjata dan berperan sebagai kekuatan militer global. Bahkan dalam inovasi, Mardigu menyinggung kasus mobil listrik karya dalam negeri yang “dimatikan” karena kebijakan pejabat bebal. “Indonesia mestinya sudah lebih dulu daripada Tesla,” katanya.

Ia juga menggambarkan mimpi besar yang terampas akibat korupsi. Kota-kota baru seharusnya bermunculan: Batam sebagai gerbang maritim dunia, Halmahera sebagai pusat hilirisasi tambang, Merauke sebagai kota pangan dunia, hingga 10 kota baru yang kualitasnya 100 kali lebih baik dari IKN.

Semua itu, menurutnya, sangat mungkin terjadi jika uang bangsa tidak digarong. “Korupsi di Indonesia menaikkan biaya proyek lebih dari 100%. Kalau dihitung 30 tahun terakhir, nilai yang dikorupsi mencapai 11.000 triliun rupiah lebih. Indonesia bukan kekurangan uang, tapi kelebihan maling,” tegasnya.

Ia menutup dengan tantangan kepada publik: “Coba teruskan daftar ini. Bayangkan, apa saja yang bisa kita miliki jika Indonesia hari ini tumbuh tanpa korupsi.”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *