Agustus Kelabu!!! Tentara Terlibat Perusakan, Penjarahan Dan Pembakaran?

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Demonstrasi pada 28-29 Agustus 2025 dan demo pada 1998 beberapa waktu yang lalu menggambarkan ada kerusuhan, bakar-bakaran di jalan Thamrin, Sudirman dan ada surat agar diliburkan dari aktivitas bekerja dan sekolah yang intinya agar pekerja dan pelajar jangan sampai menjadi korban. Diangkat Akun Ikrar Nusa Bhakti pada Sabtu 6/9/2025, dikutip MoneyTalk.id pada Ahad 7/9/2025.

Kini data makin terbuka, ternyata ada tentara terorganisir terlibat pada peristiwa penjarahan dan perusakan properti milik privat. Tentara juga diduga terlibat perusakan dan pembakaran properti-properti milik publik seperti halte-halte bis di Jakarta.

Kita juga belum tahu siapa penggerak pembakaran Gedung Grahadi di Surabaya dan juga gedung-gedung DPRD di beberapa daerah.

Siapa pula yang membakar mobil dan motor di jalan-jalan Jakarta dan Makassar? Apa pula tujuan tentara terorganisir melakukan hal itu? Agar ada Darurat Militer? Agar Presiden Prabowo buruk namanya? Tindakan makar menggulingkan Presiden Prabowo?

“Ada pola yang sama yaitu terorganisir. Misalnya ada penjarahan di rumah Sri Mulyani, Syahroni, Eko Patrio, Iya Kuya, Nafa Urba. Maksud pola sama adalah alamat-alamat mereka yang akan didatangi sudah diberikan kepada perusuh, ” kata Ikrar Nusa Bhakti.

“Walaupun ada tentara dan polisi yang menjaga rumah mereka, dengan alasan jumlah yang jaga sedikit sehingga tidak bisa menghalau para perusuh,” imbuhnya.

Ikrar menyebutkan sebagaimana informasi yang dikorek Bocor Alus dari berbagai pihak di tempat kerusuhan ditanyakan apakah polanya sama dan dikonfirmasi bahwa polanya hampir sama.

Ikrar juga menyebutkan kecurigaan Sri Mulyani terkait rumahnya menjadi target penjarahan dan ia lapor ke Presiden Prabowo. Namun tidak mendapat perhatian khusus mungkin sibuk masing-masing menghadapi demo – demo yang intinya demo ketika puasan rakyat kepada anggota DPR. Kemarahan itu dipicu anggota DPR yang berjoged-joged.

“Karena kita tahu rakyat sedang susah mengapa anggota DPR mendapat tunjangan yang meningkat tinggi,” ujarnya.

Lantas kata Ikrar, sebelum melakukan perusakan atau penjarahanpenjarahan, para perusuh itu seakan – akan mendahuluinya dengan suara-suara yang bagaikan simbol bagi gerakan. Apa saja suaranya itu? Seperti suatu tanda bahwa mereka harus sudah mulai bergerak ya. Dan rupanya di depan para rombongan tersebut misalnya yang ada orang-orang yang berbaju putih dan kemudian di belakangnya itu ada tanda-tanda tertentu dan inilah yang kemudian menjadi aktor utama seperti penggerak dari gerakan kerusuhan tersebut.

“Tampaknya di rumah anggota-anggota dewan seperti Syahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, meraka tampaknya jelas berpakaian putih paling depan dan kemudian menyarakan tanda-tanda sekan-akan simbol untuk bergerak,” kata Ikrar.

“Dan ini juga yang menyedihkan saya ternyata perusakan-perusakan dilakukan oleh mereka yang tadi saya katakan siap untuk bergerak,” Ikrar menambahkan.

Diduga, ada beberapa anggota TNI masuk ke dalam grup WA bahkan sebagai admin. Kemudian menyebarkan informasi-informasi. Yang saya herankan bahwa para admin itu masih duduk sebagai mahasiswa, SLTP. Mereka menyebarkan hancurkan gedung-gedung pemerintah yang intinya gerakan itu akan supaya makin memperparah.

Dari papara Ikrar Nusa Bhakti, tentunya ada orang-orang yang agar Presiden Prabowo Subianto terkena dampak efek negatif dari gerakan-gerakan yang mereka lakukan. Selain itu ada tekanan-tekanan dari mereka yang menjadi pendukung Jokowi dan Gibran yang mengatakan cenderung negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto bahwa dia adalah Presiden yang tidak mampu mengatasi keamanan negara, Presiden yang tidak bisa memegang teguh janjinya.

“Presiden Prabowo juga curiga ada yang mendanai gerakan-gerakan tersebut. Saya mendengar adanya terkait dengan yang membiayai gerakan-gerakan dari korupsi Pertamina yang jumlahnya triliunan. Ini yang harus diselesaikan,” jelasnya.

“Kami…kami bertanya kenapa yang disasar yang terkait dengan Presiden Prabowo tetapi tidak terkait dengan Joko Widodo,” ungkap Ikrar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *