Prabowo Grebek Tambang Ilegal, Bahlil Pasang Muka Cemberut! Rp300 Triliun Raib dari Negeri Sendiri!

  • Bagikan

MoneyTalk,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tak main-main! Kali ini, targetnya tambang ilegal di Sita negara yang selama bertahun-tahun dirampok, menyedot rare earth senilai Rp300 triliun dari negeri sendiri! Enam smelter ilegal yang memeras kekayaan rakyat disita habis oleh Tim Satgas Penambang Liar.

Tanah jarang ini mengandung monasit, mineral super mahal yang bisa meraup miliaran per ton. Dengan 40.000 ton monasit di lokasi itu, kerugian negara akibat ulah para penambang nakal ditaksir mencapai Rp300 triliun!

Mardigu Wowiek menegaskan, rezim sebelumnya “buta dan goblok” karena membiarkan praktik ini, bahkan diduga melindungi kepentingan Tiongkok. “Negara dibodohi, pejabatnya maling tersembunyi! Mineral kita dicuri, rakyat cuma diam!” tegas Mardigu.

Rare earth, walau disebut jarang, sangat melimpah dan krusial untuk industri elektronik, otomotif, komunikasi, pertahanan, dan data center. Namun pejabat terdahulu hanya menghitung timahnya saja, sedangkan rare earth yang melekat gratis diambil asing. Harta bangsa? Raib begitu saja!

Kini, wajah Menteri Investasi Bahlil pun tampak cemberut. Tidak lagi bisa menutupi fakta pahit: Indonesia mulai menegakkan hukum, smelter ilegal dibongkar, dan para penambang nakal ditindak tegas. Pemerintah memastikan tidak ada lagi ruang bagi maling tambang yang merampok kekayaan nasional.

Mardigu menegaskan, ini bukan sekadar operasi hukum, tapi era baru kekuatan Indonesia: mineral sebagai pengganti jalur rempah (spice road). Presiden Prabowo mengirim pesan keras: “Cukup sudah, praktik curang ini harus berhenti. Negara bangkit!”

Rakyat kini bisa menghela napas lega. Aparat hukum bekerja maksimal, aset nasional kembali dijaga, dan Indonesia menunjukkan taringnya. Para pejabat, akademisi, dan masyarakat, saatnya memberi apresiasi  karena bumi pertiwi ini tidak lagi boleh dicuri sembarangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *