‎Korban Longsor TPST Bantargebang Ditemukan Tanpa Kepala, Diduga Terpotong Excavator Saat Evakuasi

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Tim SAR gabungan menemukan salah satu korban tewas dalam peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dalam kondisi mengenaskan.

‎Korban ditemukan tanpa kepala dan diduga terpotong alat berat excavator saat proses pencarian di lokasi longsor.

‎Hingga Senin (9/3/2026) petang, jumlah korban tewas akibat longsor di tempat pengelolaan sampah tersebut tercatat 6 orang, sementara 1 korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR.

‎Kronologi Longsor Gunungan Sampah

‎Peristiwa longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Zona 4C TPST Bantargebang, tepatnya di wilayah Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang.

‎Gunungan sampah setinggi puluhan meter tiba-tiba longsor dan menimbun sejumlah truk sampah serta warung di sekitar lokasi.

‎Awalnya tim menemukan tiga korban tewas, yang terdiri dari dua pemilik warung dan seorang sopir truk.

‎Namun jumlah korban terus bertambah setelah proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat.

‎Identitas Korban Longsor

‎Beberapa korban yang telah teridentifikasi di antaranya:

‎Sumine (60), pemilik warung

‎Enda Widayanti (25)

‎Dedi Sutrisno, sopir truk

‎Irwan Suprihatin, sopir truk

‎Salah satu korban ditemukan pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

‎Sementara jenazah korban terbaru berhasil dievakuasi Senin sekitar pukul 18.30 WIB dan kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses visum dan identifikasi lebih lanjut.

‎Tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Basarnas, BPBD Kota Bekasi, serta personel TNI dan Polri terus melakukan pencarian korban yang masih tertimbun.

‎Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat excavator untuk menggali tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai ketinggian 10 hingga 15 meter.

‎Dalam proses pencarian tersebut, salah satu korban ditemukan dalam kondisi tubuh rusak yang diduga akibat terkena alat berat saat proses penggalian sampah.

‎Dugaan Penyebab Longsor

‎Longsor diduga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Bantargebang sebelumnya, sehingga membuat tumpukan sampah menjadi labil.

‎Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan sejumlah truk sampah dan bangunan warung rusak berat di sekitar lokasi.

‎Operasi SAR Masih Berlangsung

‎Tim SAR masih melanjutkan proses pencarian terhadap satu korban yang masih hilang, bernama Riki

‎Pencarian dilakukan secara intensif dengan memperluas area penggalian di sekitar titik longsor.

‎Insiden ini kembali menyoroti risiko penumpukan sampah di TPST Bantargebang, yang merupakan tempat pengelolaan sampah utama milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di wilayah Bekasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *