Politik Bumi Hangus Ala Jokowi

  • Bagikan
Jokowisme: Fenomena Kepuasan Publik dan Survei yang Tak Terbantahkan
Jokowisme: Fenomena Kepuasan Publik dan Survei yang Tak Terbantahkan

MoneyTalk, Jakarta – Kekuatan Jokowi untuk menghancurkan lawan memang sangat mengerikan. Landasannya bukan mempertahankan kebenaran, tapi balas dendam, rasa takut yang luar biasa jika terbongkar kebohongannya, kekuatan dan kekuasaan menundukkan lawan, dan kekuatan finansial yang tidak terbatas yang diduga atas hasil pemerasan dan korupsi.

Seluruh kejahatannya terus coba ditutupi dengan mengerahkan para termul dan buzzer bayaran. Tidak ada nilai kebaikan sama sekali di dalamnya.

Ketakutan akan terbongkarnya segala kejahatannya, baik kebohongan, penipuan, korupsi, pembunuhan, dll menjadikan kekuatan kekuasaannya terus menyandera seluruh negara.

Demi menutup kejahatannya, seluruh negara, aparatur negara hingga kepala negara, seluruh perangkat hukum, semua kebijakan, sampai seluruh aset negara disandera dan harus berada di bawah kendali dan mengikuti kemauannya. Bahkan seorang Presiden sebagai panglima tertinggi dan Polri pun harus tunduk kepadanya.

Itulah politik bumi hangus Jokowi yang sangat kejam. Demi menyelematkan diri, keluarga dan kroninya tega menghancurkan bangsa dan negara sehancur-hancurnya.

Saat ini, jika anak ada bangsa yang lurus, jujur, dan berusaha untuk ikut membenahi negara tapi mengungkit kejahatannya, langsung para termul dan cucunguknya menyerang, membungkam dengan segala cara, bahkan tidak segan untuk menjebloskanya ke penjara

Paling tidak ada 10 dosa Jokowi yang seharusnya telah dihukum berat bahkan layak diuikum mati :

Pertama,kejahatan kecurangan terhadap hasil pemilu 2019 dan 2024

Dengan kekuatan dan kekuasaan mengendalikan seluruh lembaga dan aparat hukum, hasil pemilu telah dimanipulasi sehingga yang kalah jadi menang sedangkan yang menah diputuskan kalah.

Kedua,kejahatan melumpuhkan seluruh lembaga hukum, mulai dari KPK, MK, MA, Kejaksaan, Pengadilan, sampai Kepolisian

Semua lembaga hukum tersebut hanya tunduk pada perintah Jokowi dan bukan tunduk pada kebenaran dan keadilan.

Ketiga,Kejahatan korupsi mega triliun

Mulai dari korupsi dana haji, bpjs, asabri, taspen, kereta cepat whoosh, pertamina, e-ktp, tambang,ekspor-impor, minyak sawit, dll sampai.menerima setoran triliunan dari para pejabat bawahannya.

Keempat,kejahatan yang diduga jadi otak pembantaian 6 laskar FPI, 894 petugas KPPS, Tragedi Ksnjuruhan, tragedi 21-22 Mei 2019, dll

Semua kasus di atas tidak pernah diproses hukum secara tuntas dan adil

Kelima,Kejahatan penyanderaan seluruh pejabat sehingga ada sikap ketergantungan kepada Jokowi

Seluruh pejabat dijebak dengan kasus korupsi setelah itu diancam untuk diproses hukum. Selama pejabat itu patuh, maka kasus hukum tidak akan pernah terjadi. Hukum akhirnya bergantung pada sikap Jokowi.

Keenam,Kejahatan menggadaikan negara krpada China demi kepentingan pribadi

Indonesia hampir sepenuhnya dijajah China, bahkan sebagian teritorial sudah dijual ke China

Ketujuh,Membiarkan para oligarki taipan mengambil alih hampir seluruh kegiatan ekonomi negara

Pembangunan pulau reklamasi, pagar laut, pantai indah kapuk, lapangan terbang, pangkalan militer, tambang, sawit, dll.

Kedelaan,Kejahatan penipuannys terhadap pemalsuan ijazah dan riwayat pendidikan

Ijazah Jokowi dipastikan bukan saja palsu tapi memang tidak punya ijazah, selain itu seluruh riwayat pendidikannya

Kesembilan,Kejahatan membiarkan sumber daya alam dikeruk oleh Asing dan Aseng

Bukan saja tambang nikel yang dikelola Asing dan Asing, tapi juga seluruh tambang logam mulia.

Kesepuluh, *Kejahatan melakukan kriminalisasi dan persekusi terhadap para ulama dan aktivis kebenaran*

Seluruh aktivis kebenaran yang dianggap menjadi ancaman kekuasaan Jokowi selalu “dihabisi” dengan berbagai cara.

Selama Jokowi masih hidup, Indonesia akan terus dalam kegelapan dan keterpurukan.

Hanya ada satu cara menyelamatkan Indonesia : adili Jokowi secara adil seadil-adilnya, segera makzulkan Prabowo-Gibran.

Penulis : Sholihin MS,Pemerhati Sosial dan Politik

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *