MoneyTalk.id,Jakarta – Media ekonomi internasional Bloomberg menyoroti dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memunculkan kekhawatiran di kalangan investor. Dalam laporan berjudul “How President Prabowo’s Inner Circle Is Unnerving Investors”, Rabu (16/6/2026) Bloomberg mengulas sejumlah faktor yang dianggap memengaruhi persepsi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Menurut Bloomberg, salah satu perhatian utama investor adalah tekanan terhadap pasar keuangan yang sempat terjadi ketika nilai tukar rupiah melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong Bank Indonesia mengambil langkah stabilisasi melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter guna menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor.
Bloomberg mencatat, pelemahan rupiah menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan biaya impor, menambah tekanan terhadap inflasi, serta memperbesar beban pembayaran utang yang berdenominasi dolar AS. Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi arus investasi asing apabila tidak direspons dengan kebijakan yang meyakinkan pasar.
Selain faktor ekonomi makro, Bloomberg juga menyoroti perubahan dinamika di lingkaran dalam pemerintahan. Dalam laporannya disebutkan muncul kelompok yang disebut sebagai “Hambalang Boys”, yakni sejumlah figur muda yang disebut memiliki pengaruh besar dalam mengatur akses informasi dan komunikasi kepada Presiden.
Menurut laporan tersebut, perubahan pola komunikasi dan pengambilan keputusan di lingkungan Istana menjadi perhatian sebagian pelaku pasar. Bloomberg menyebut investor cenderung menginginkan proses pengambilan kebijakan yang transparan, terukur, dan melibatkan berbagai masukan dari kalangan teknokrat maupun pelaku ekonomi.
Bloomberg juga mengulas persepsi kalangan bisnis terhadap gaya pembuatan kebijakan pemerintahan saat ini. Beberapa pelaku usaha yang diwawancarai menilai terdapat kecenderungan perubahan kebijakan yang berlangsung cepat atau mengalami revisi setelah mendapat respons publik dan pasar.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha yang membutuhkan kepastian regulasi dalam menyusun rencana investasi jangka panjang. Investor pada umumnya lebih menyukai kebijakan yang konsisten dan memiliki arah implementasi yang jelas.
Di sisi lain, Bloomberg turut menyoroti posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut menghadapi tantangan besar dalam menjaga kepercayaan investor internasional. Dalam laporan itu beredar spekulasi mengenai kemungkinan perombakan kabinet sebagai bagian dari upaya memperkuat kredibilitas ekonomi pemerintah.
Beberapa nama seperti ekonom Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut dalam berbagai spekulasi pasar sebagai figur yang dinilai memiliki reputasi kuat di mata investor. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait isu tersebut dari pemerintah.
Bloomberg juga membahas sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo, termasuk program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia. Kedua program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional, namun membutuhkan tata kelola yang kuat, transparansi, serta kapasitas manajerial yang memadai agar dapat berjalan efektif.
Menurut Bloomberg, investor pada dasarnya tidak selalu menolak program ambisius pemerintah. Namun yang paling dibutuhkan pasar adalah kepastian arah kebijakan, konsistensi pelaksanaan, dan komunikasi yang jelas dari pemerintah kepada publik maupun pelaku usaha.
Secara keseluruhan, laporan Bloomberg menilai tantangan utama pemerintahan Prabowo saat ini bukan hanya menjalankan berbagai program strategis, melainkan juga menjaga dan memperkuat kepercayaan pasar melalui tata kelola yang kredibel, transparan, dan mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha.





