MoneyTalk.id,Jakarta – Lira Official menyampaikan apabila persidangan mengenai dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, disiarkan secara langsung dan dapat disaksikan oleh masyarakat luas, maka tingkat perhatian publik diperkirakan akan sangat tinggi.
“Dalam skenario hipotetis di mana pengadilan menyimpulkan bahwa pihak yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan ijazah yang dinilai sah sebagai alat bukti, atau bahkan terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pemalsuan dokumen, konsekuensi sosial dan politik berpotensi sangat besar. Jangan main-main dengan ini,” katanya, Selasa 30/6/2026.
“Jika kondisi tersebut terjadi, kemungkinan yang dapat muncul antara lain adalah reaksi kemarahan spontan dari sebagian masyarakat, meningkatnya polarisasi opini publik, serta munculnya seruan untuk menggelar aksi unjuk rasa tuntutan pertanggung jawaban oleh Jokowi di berbagai daerah,” sambungnya.
Ia menambahan reaksi kemarahan tersebut dapat dipicu oleh anggapan bahwa persoalan tersebut menyangkut integritas pejabat publik dan kepercayaan terhadap institusi negara. Rakyat merasa ditipu dan dipermainkan.
Ia juga menegaskan besar kecilnya reaksi tentu akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, namun jika isi putusan pengadilan serampangan, tidak adil, mengabaikan kekuatan pembuktian yang dipaparkan dalam persidangan, maka bukan mustahil apa yang diramalkan Cak Nun akan terjadi, “Jokowi akan di tawur rakyatnya sendiri”.
“Apalagi jika respons pemerintah, sikap aparat keamanan represif, pemberitaan media provokatif, serta ajakan dari tokoh politik maupun tokoh masyarakat menaikan tingkat eskalasi tuntutan pertanggung jawaban Jokowi,” ungkapnya.
Sebagai perbandingan lanjutnya lebih jauh, dalam beberapa peristiwa sebelumnya, sejumlah figur publik seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya pernah menjadi sasaran kritik maupun aksi protes dari sebagian masyarakat yang berujung pada “penggerudukan” rumah mereka.
“Dengan demikian, jika sidang perkara ijazah Jokowi diselenggarakan secara Live, lalu terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pelanggaran serius dan informasi tersebut disaksikan secara langsung oleh publik,” ungkapnya.
“Maka salah satu kemungkinan adalah meningkatnya kemarahan publik yang dapat memicu aksi langsung pada Jokowi. Namun, apakah hal itu benar-benar terjadi, seberapa besar skalanya, dan bagaimana dampaknya tetap bergantung pada fakta yang terungkap di persidangan serta dinamika sosial dan politik setelahnya,” tanyanya menegaskan.
Di akhir pernyataannya, ia menanyakan kepada publik : Jadi menurut anda sebaiknya sidang Ijazah Jokowi tetap diselenggarakan secara Live atau malah justru tertutup dari publik dan media ?.





