MoneyTalk,Jakarta – Presiden Jokowi dodo ngotot bahwa yang di ekspor ke Singapura itu bukan pasir tetapi sedimen
Yang menjadi persoalan itu, bukan apakah itu pasir, sedimen atau lumpur. Tapi kalau sedimen itu dieksport ini akan membuat memperluas pulau Singapura , dan itu jelas sama arti nya menjual pulau pak Presiden.
Kemudian yang dimaksud sedimen adalah material padat yang terdiri dari pecahan-pecahan batu, mineral, sisa tumbuhan, dan hewan, yang berpindah dan terendapkan di tempat baru.
Sedimen dapat berukuran mulai dari butiran pasir hingga bongkahan batu, dan memiliki beragam bentuk, seperti bulat, lonjong, atau persegi.
Selanjutnya sedimen terbentuk secara alami melalui proses pelapukan, pengikisan, pengangkutan, dan pengendapan (sedimentasi).
Sedimen dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain melalui proses erosi, yang diakibatkan oleh air, udara, atau es.
Pasir juga sedimen dari endapan Pasir. Dan sebaik staf ahli presiden harus membantu menjelaskan apa sedimen itu pada presiden dan ekspor sedimen itu sama arti nya menjual tanah air, dan memperluas negara Singapura.
Kemudian juga berterimakasih kepada Pakar pertahanan negara yang tidak memberitahu Presiden Jokowi.
Akhirnya, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya tekanan dan suhu, endapan tersebut mengalami proses litifikasi.
Dmana endapan tersebut mengeras menjadi batuan padat yang dikenal sebagai batuan sedimen.Dan jika Singapura memperluas wilayah nya dengan import sedimen dari Indonesia maka Singapura akan memperluas pulau nya arti nya sama arti nya Indonesia menjual pulau nya ke Singapura.
Penulis ; Prihandoyo Kuswanto





