MoneyTalk,Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bikin kejutan baru! Setelah memindahkan duit negara ke bank-bank BUMN, kini giliran APBN 2026 dirombak total.
Pendapatan negara naik, belanja pusat dan daerah jor-joran, tapi yang paling bikin geger: defisit melebar dari 2,48% jadi 2,68% PDB. “Aman kok, masih di bawah 3%! Justru ekonomi makin kencang,” klaim Purbaya.
Badan Anggaran DPR langsung mengangguk setuju, dan rencana ini akan dibawa ke paripurna. Tanpa debat panjang, tanpa drama berarti.
Sementara rakyat bertanya-tanya: benarkah defisit aman, atau jebakan bom waktu?
Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah berulang kali menegaskan ambisinya: APBN tanpa defisit di 2027–2028! “Suatu hari saya ingin berdiri di depan rakyat, menyatakan Indonesia nol defisit,” kata Prabowo penuh keyakinan.
Sekarang, gebrakan Purbaya justru ke arah sebaliknya: defisit dilebarkan, belanja ditambah. Akankah ini jadi benturan pertama Menkeu–Presiden?
Dalam dua pekan, gebrakan Purbaya bikin kening berkerut:
-Rp200 triliun ditarik dari BI, diparkir di Himbara.
-Defisit APBN dilebarkan.
-Program kementerian diborong dan dipangkas sesuka hati.
-Dana menganggur langsung ditarik pulang.
-Cukai rokok dan pemberantasan ilegal digeber.
Ekonom mengingatkan: langkah ekspansif bisa mendorong pertumbuhan, tapi risiko inflasi dan tumpukan utang jangan disepelekan.
APBN 2026 kini jadi arena duel politik-ekonomi: Gebrakan Purbaya vs Janji Prabowo. Siapa yang akan menang?



