Menanti Detik – Detik Kapolri Mundur Atau Dimundurkan

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo terindikasi kuat melakukan pembangkangan terhadap presiden. Kesimpulan ini diperoleh setelah Presiden Prabowo tidak mengakui Tim Transformasi Reformasi Polri bentukan Kapolri seperti dilansir beberapa media.

Menurut Presiden Prabowo Tim Transformasi Reformasi versi Kapolri tidak memiliki legitimasi resmi karena hanya diisi oleh perwira tinggi Polri tanpa keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, maupun tokoh independen.

Presiden Prabowo memastikan hanya ada satu tim resmi yang diakui pemerintah, yaitu Komite Reformasi Polri bentukan Presiden, yang akan segera diumumkan, tegas Presiden Prabowo ke media.

Pernyataan Presiden Prabowo yang tidak mengakui Tim Transformasi Reformasi Polri merupakan indikasi kuat Kapolri sedang melakukan pembangkangan terhadap Presiden Prabowo. Seharusnya Kapolri wait and see! Menunggu arahan Presiden Prabowo. Justru Kapolri membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri saat Presiden Prabowo sedang keluar negeri.

Jangan-jangan antara Presiden Prabowo dan Kapolri sudah berjarak. Sebab, beberapa hari jelang Presiden Prabowo melakukan lawatan ke luar negeri berhembus kencang isu Presiden Prabowo mengirim surat presiden atau surpres ke DPR tantang pergantian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Inisial Kapolri yang baru pun sudah beredar, D dan S.

Sayangnya, rumor yang disambut baik publik itu ditepis oleh DPR dan orang dekat Presiden Prabowo. Hingga hari ini belum ada pergantian Kapolri seperti yang dirumorkan itu. Setidaknya menurut anggota DPR dari PKS, Nasir Djamil, Kapolri Listyo Sigit Prabowo akan dipertahankan sampai akhir tahun 2025.

Hubungan Presiden Prabowo dengan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo mulai memanas sejak berkembangnya isu surpres pergantian Kapolri ke DPR. Ditambah lagi langkah Kapolri membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri. Padahal Presiden Prabowo sudah mengumumkan akan membentuk Komite Reformasi Polri.

Mulai berjaraknya antara Presiden Prabowo dengan Kapolri makin terlihat saat Kapolri tidak menyambut kedatangan Presiden Prabowo dari lawatan keluar negeri di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu, 27 September 2025.

Biasanya dalam situasi genting atau mendesak Kapolri apalagi ditengah isu dan desakan publik agar Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri berupaya untuk bertemu Presiden Prabowo.

Ini memperkuat dugaan kalau Presiden Prabowo sedang menunggu momentum pencopotan Kapolri. Karena Kapolri, Listyo Sigit Prabowo yang kelihatan dari raut wajahnya stress dan tampak menanggung beban yang cukup berat pasca kerusuhan Agustus kelabu akan tetap bertahan. Kapolri mengklaim bertahan untuk tidak mundur dengan alasan anak buahnya keberatan. Benarkah?

Berkembang pula kabar kalau elite di Mabes Polri sedang ‘berseteru’. Terungkap ketika ada desas-desus pasca pergeseran Kapolda Metro Jaya Karyoto ke Kabaharkam tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Kabarnya, Komjen Karyoto sempat dijanjikan untuk menjadi Kabareskrim.

Menariknya lagi jenderal-jenderal yang mulai berseberangan dengan Kapolri tidak ada namanya di Tim Transformasi Reformasi Polri bentukan Kapolri memperkuat kalau di Mabes Polri sedang terjadi friksi. Tarik menarik kepentingan.

Saat ini menurut penulis ketika desakan Kapolri mundur tidak digubris. Saat yang tepat Presiden Presiden berkirim surat ke DPR. Pergantian Kapolri. Kapolri yang bukan berasal dari lingkaran Geng Solo. Kapolri yang pro reformasi setelah 10 tahun terakhir Polri dicap “partai cokelat”. Polisi rakyat bukan polisi kekuasaan.

Penulis : Tarmidzi Yusuf,Kolumnis

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *