Erros Djarot Ingatkan Menkeu Baru Soal Infrastruktur dan Lingkaran Kekuasaan

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Politisi senior sekaligus seniman legendaris Erros Djarot memberi pesan tajam namun penuh harapan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang belakangan disebut publik sebagai “the darling of the people”.

Pernyataan itu disampaikan Erros usai peluncuran buku autobiografinya di Jakarta, Minggu (19/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, pencipta lagu “Badai Pasti Berlalu” itu menilai sosok Purbaya memiliki potensi besar dan mendapat simpati publik, namun ia mewanti-wanti agar sang menteri berhati-hati terhadap jebakan kekuasaan dan lemahnya infrastruktur pendukung.

“Hati-hati kalau dia tidak didukung oleh infrastruktur yang baik, ya akan kejeblos juga. Ah nanti orang bilang, ‘dasar muridnya si omon-omon juga’,” ujar Erros sambil tersenyum.

Erros menegaskan, kepemimpinan yang baik tidak cukup hanya dengan niat baik dan kepintaran, tetapi juga perlu sistem dan orang-orang yang bisa bekerja dengan tulus. Ia menilai, Purbaya bisa menjadi tokoh reformasi ekonomi yang berpengaruh, asalkan tidak dikelilingi oleh pembantu yang menyesatkan arah kebijakan.

“Dalam setahun ini saya melihat hal-hal yang tidak baik masih ada di sekeliling Pak Prabowo. Saya berharap berilah masukan yang benar kepada Presiden, itu yang paling penting,” tegasnya.

Menurut Erros, kritik terhadap pemerintah adalah hal wajar selama tidak didorong oleh kebencian atau dendam. Ia menilai Presiden Prabowo Subianto, yang disebutnya sebagai kawan lama, masih punya itikad baik, namun rawan disesatkan oleh lingkaran dalam yang tidak jujur.

“Saya kenal Pak Bro secara pribadi, dia bukan tipe manusia yang senang dijilat. Mudah-mudahan Prabowo yang saya kenal tidak berubah. Biasanya kekuasaan bisa mengubah orang,” tambahnya.

Erros pun mengakhiri pernyataannya dengan nada reflektif. Ia berharap agar pemerintahan saat ini benar-benar fokus pada pembenahan struktur dan tidak terjebak pada pencitraan semata.

“Saya ingin kawan saya bernama Prabowo sukses. Tapi kalau pembantunya salah arah, ya Presiden bisa jadi bahan tertawaan orang. Maka Purbaya hati-hati, jangan sampai kejeblos.”

Ucapan Erros ini langsung menuai perhatian di kalangan politik dan media sosial, mengingat sosoknya dikenal lugas dan jarang berbicara tanpa alasan kuat. Pesan itu bukan sekadar kritik, tapi juga bentuk kasih sayang seorang senior terhadap generasi penerus yang kini berada di pusat kekuasaan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *