MoneyTalk, Jakarta – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution, mengirimkan surat resmi kepada Executive GM Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga untuk meminta percepatan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Depot Teluk Kabung, Sumatera Barat. Surat tertanggal 1 Desember 2025 itu dikirim dengan status “Sangat Segera” menyusul kondisi kelangkaan BBM yang semakin parah di wilayah Mandailing Natal.
Kelangkaan BBM ini terjadi setelah Kabupaten Madina ditetapkan sebagai wilayah Status Keadaan Darurat Bencana Hidrometeorologi berdasarkan SK Bupati Nomor 360/1065/K/2025 terkait banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah sejak akhir November.
Dalam surat tersebut, Bupati Saipullah menyampaikan lima poin utama mengenai krisis BBM di Mandailing Natal:
1. Stok BBM di Kabupaten Madina kini kosong, sehingga pelayanan kedaruratan seperti distribusi sembako, evakuasi warga, hingga pembersihan material longsor menjadi terhambat.
2. Kebutuhan BBM untuk kegiatan harian masyarakat juga sangat minim, memicu antrean panjang di SPBU dan kegelisahan warga.
3. Bupati meminta penambahan kuota BBM untuk Madina karena alokasi normal tidak mencukupi dalam kondisi bencana.
4. Saat ini Madina disuplai dari Dumai dengan kuota terbatas dan waktu tempuh hingga 24 jam. Pengiriman dari Depot Teluk Kabung Sumatera Barat dinilai lebih efektif dengan waktu tempuh sekitar 12 jam.
5. Penanganan darurat bencana sangat bergantung pada percepatan pasokan, sehingga Bupati meminta Pertamina mengambil langkah cepat untuk memastikan ketersediaan BBM di seluruh SPBU Madina.
Dalam tembusan surat tersebut, Bupati juga mencantumkan sejumlah pejabat nasional, termasuk Presiden Republik Indonesia, Menteri ESDM, Kepala BNPB, hingga Gubernur Sumatera Utara.
“Kami berharap Pertamina bergerak cepat agar masyarakat tidak semakin terdampak, dan penanganan darurat dapat berjalan optimal,” demikian disampaikan Bupati Saipullah Nasution dalam surat tersebut.
Kelangkaan BBM ini memperparah situasi warga yang sedang berjibaku menghadapi bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah berharap percepatan distribusi bisa segera dilakukan demi menghindari terganggunya mobilitas, perekonomian, dan penanganan kebencanaan di Mandailing Natal.

