MoneyTalk, Jakarta – Diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal, melontarkan pertanyaan terbuka kepada Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, terkait rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian Indonesia ke Gaza.
Dalam pernyataannya, Dino meminta penjelasan tegas apakah pasukan perdamaian Indonesia nantinya akan menggunakan Blue Helmets seperti lazimnya misi penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atau tidak.
“Pak Menlu Sugiono yang baik, sampai sekarang publik belum dapat kejelasan apakah pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Gaza akan gunakan Blue Helmets sebagaimana biasanya pasukan peacekeepers Indonesia selama ini. Mohon dapat dipastikan dan dijelaskan. It’s a significant difference,” ujar Dino, Kamis (26/2/2026).
Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik dan pengamat hubungan internasional. Blue Helmets bukan hanya simbol, melainkan representasi mandat resmi PBB dalam operasi penjaga perdamaian.
Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian dunia. Personel TNI yang tergabung dalam misi PBB selalu berada di bawah komando resmi dan aturan ketat yang ditetapkan organisasi internasional tersebut.
Jika pasukan yang dikirim ke Gaza tidak menggunakan Blue Helmets, maka muncul pertanyaan mendasar:
Apakah misi tersebut berada di bawah mandat penuh PBB? Ataukah merupakan bagian dari koalisi multilateral di luar struktur formal PBB?
Gaza sendiri merupakan wilayah konflik yang sangat sensitif secara geopolitik. Setiap pengerahan pasukan asing memiliki implikasi diplomatik dan keamanan yang besar, terutama di tengah dinamika konflik antara Palestina dan Israel yang terus bereskalasi.
Tanpa mandat jelas dari PBB, status pasukan penjaga perdamaian bisa menjadi sorotan, baik dari sisi legitimasi internasional maupun perlindungan hukum bagi personel di lapangan.
Pernyataan Dino dinilai sebagai dorongan agar pemerintah lebih transparan dalam menjelaskan detail teknis dan politik dari rencana pengiriman pasukan tersebut.
Sebagai mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan tokoh diplomasi berpengalaman, Dino dikenal sering menyuarakan pentingnya kehati-hatian dalam kebijakan luar negeri yang menyangkut konflik bersenjata.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan penjelasan resmi terkait apakah pasukan Indonesia di Gaza akan berada di bawah mandat PBB dengan atribut Blue Helmets atau dalam skema berbeda.
Publik kini menanti kejelasan. Sebab dalam diplomasi internasional, perbedaan simbol bisa berarti perbedaan posisi politik.





