MoneyTalk, Jakarta -Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar, melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul hasil riset yang menyebut adanya potensi kerugian besar setiap pekan.
Aziz menyatakan program MBG berpotensi “terbuang mubazir” dan bahkan rawan “digarong pejabat keparat yang nyambi usaha”, jika tidak diawasi secara ketat. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas hasil riset lembaga ekonomi dan kebijakan publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menyebut potensi kerugian MBG bisa mencapai Rp 1,27 triliun per pekan.
“Kalau benar potensi kerugiannya sampai triliunan rupiah per pekan, ini harus menjadi alarm keras. Jangan sampai program yang seharusnya membantu rakyat justru terbuang mubazir dan digarong oknum pejabat,” kata Aziz dalam keterangannya, Rabu (26/2/2026).
Menurutnya, program sebesar MBG membutuhkan sistem pengawasan berlapis, transparansi anggaran, serta audit independen berkala. Ia menilai tanpa kontrol publik dan pengawasan ketat, potensi penyimpangan sangat terbuka.
Aziz juga meminta aparat penegak hukum tidak ragu turun tangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum dalam pelaksanaan program tersebut. “Uang negara adalah amanah rakyat. Tidak boleh ada satu rupiah pun yang disalahgunakan,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan riset CELIOS, potensi kerugian hingga Rp 1,27 triliun per pekan dihitung dari sejumlah variabel, termasuk efektivitas distribusi, ketepatan sasaran, serta potensi inefisiensi dalam rantai pelaksanaan program.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait pernyataan Aziz Yanuar maupun temuan riset tersebut.





