MoneyTalk, Jakarta – Kekhawatiran terhadap dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat terhadap ketahanan energi Indonesia mulai disuarakan sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Dokter Tifa, yang menilai pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Dalam pernyataannya di media sosial, Dokter Tifa mengungkapkan rasa cemasnya terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Saya khawatir dengan cadangan BBM kita karena perang Iran-AS. Kalau Pemerintah sampai kedodoran menyediakan BBM buat rakyat, bisa mati kita semua dalam waktu singkat,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, situasi perang di kawasan strategis penghasil dan jalur distribusi minyak dunia berpotensi memicu krisis pasokan global. Indonesia sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dinilai rentan terhadap dampak tersebut.
Dokter Tifa juga menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, agar kebijakan pemerintah lebih difokuskan pada aspek yang dianggap krusial bagi keselamatan bangsa.
Ia mempertanyakan apakah ada pihak yang dapat mengingatkan Presiden untuk memprioritaskan kebutuhan mendesak terkait ketahanan energi nasional, dibandingkan menghabiskan anggaran dan energi pada program-program lain.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasar minyak dunia. Jika terjadi lonjakan harga minyak atau hambatan distribusi, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait pernyataan Dokter Tifa tersebut.




