MoneyTalk, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan kritik keras terkait dugaan praktik laporan “ABS” (asal bapak senang) di lingkungan pemerintahan. Kritik tersebut ditujukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menurutnya berpotensi menyampaikan laporan tidak utuh kepada Presiden Prabowo Subianto.
Melalui pernyataan yang disampaikan di media sosial X, Said Didu mengaku menduga adanya pola laporan yang cenderung hanya menampilkan hal-hal baru tanpa menjelaskan perkembangan dari laporan sebelumnya.
“Bapak Presiden @prabowo yth, pengalaman birokrasi saya selama lebih 32 tahun menduga bahwa salah satu pejabat Bapak yang membuat laporan ABS adalah Kepala BGN Dadan Hindayana,” tulis Said Didu, Kamis (12/3/2026).
Ia kemudian memaparkan sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan adanya pola laporan ABS kepada Presiden.
Pertama, Said Didu menilai setiap rapat yang dilaporkan kepada Presiden selalu berisi substansi baru dengan harapan baru, sementara substansi sebelumnya tidak pernah dijelaskan perkembangannya.
“Setiap ada rapat dilaporkan substansi baru dengan harapan baru. Substansi sebelumnya tidak dilaporkan, dan sepertinya Bapak suka laporan seperti itu,” ujarnya.
Kedua, ia menilai pejabat tersebut tidak pernah melaporkan penyelesaian terhadap berbagai keluhan masyarakat yang muncul terkait program pemerintah.
Menurut Said Didu, laporan yang tidak memuat penyelesaian masalah berpotensi menimbulkan kesan seolah program berjalan baik tanpa kendala di lapangan.
Ketiga, ia juga menyinggung dugaan bahwa pejabat tersebut membentengi diri dengan “tameng penegak hukum”.
“Tidak pernah melaporkan penyelesaian keluhan masyarakat dan membentengi dirinya dengan tameng penegak hukum,” kata Said Didu.
Ia menegaskan, seluruh indikator tersebut menurutnya terlihat pada kepemimpinan Kepala BGN saat ini.
“Semua hal tersebut sepertinya ada pada diri Kepala BGN. Mohon menjadi perhatian Bapak Presiden,” tulisnya.
Pernyataan Said Didu tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menilai kritik tersebut sebagai bentuk pengawasan publik terhadap kinerja pejabat negara, sementara lainnya meminta agar tudingan tersebut disertai bukti yang lebih konkret.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala BGN Dadan Hindayana maupun dari pihak Istana terkait kritik yang disampaikan oleh Said Didu tersebut.





