MoneyTalk, Jakarta – Aktivis Nahdlatul Ulama Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar melontarkan kritik keras terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Menurut Gus Umar, serangan terhadap Andrie Yunus mengingatkan publik pada berbagai kasus kekerasan terhadap aktivis yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya terungkap.
“Dulu almarhum Munir Said Thalib dibunuh, sekarang Andrie Yunus disiram air keras. Saya yakin pelaku teror seperti ini tidak akan tertangkap,” ujar Gus Umar melalui pernyataannya yang beredar di media sosial, Sabtu (14/3/2026).
Ia menilai berbagai peristiwa kekerasan terhadap tokoh atau aktivis sering berakhir tanpa kejelasan mengenai pelaku utama maupun dalang di baliknya.
Gus Umar juga menyinggung kasus tewasnya enam anggota Front Pembela Islam atau FPI dalam peristiwa Penembakan Laskar FPI 2020 yang hingga kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Ingat enam laskar FPI dibunuh secara keji. Sampai sekarang pelaku dan dalangnya tidak tertangkap,” katanya.
Dalam pernyataannya, Gus Umar menyampaikan kemarahan dan kekecewaan terhadap berbagai aksi kekerasan yang menimpa aktivis di Indonesia. Ia bahkan melontarkan kecaman keras terhadap para pelaku teror.
“Saya cuma bisa mendoakan pelakunya mati mengenaskan. Kalian biadab,” tegasnya.
Sementara itu, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), memicu kecaman dari berbagai kalangan aktivis, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil.
Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku serta aktor intelektual di balik serangan tersebut. Mereka menilai serangan terhadap aktivis merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia.
Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden penyiraman air keras tersebut. Publik menanti langkah konkret penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan menyeluruh.



