MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait keyakinannya bahwa BoP (Board of Peace) dapat berperan dalam mendorong kemerdekaan Palestina menuai kritik tajam. Salah satu kritik datang dari politikus PDIP Mohamad Guntur Romli yang menilai pandangan tersebut tidak realistis.
Dalam pernyataannya, Guntur Romli menyebut sikap Presiden Prabowo sebagai sesuatu yang “miris dan naif”. Ia mempertanyakan efektivitas BoP yang saat ini, menurutnya, diisi oleh aktor-aktor yang justru terlibat dalam konflik bersenjata.
“Ketua dan anggota BoP saat ini sibuk perang, menyerang negara lain. Perdamaian apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang sibuk berperang?” ujar Guntur Romli, Rabu (18/3/2026).
Kritik ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Palestina dan Israel. Sejumlah negara besar juga turut terseret dalam eskalasi konflik tersebut, memperumit upaya perdamaian yang selama ini diupayakan oleh berbagai pihak internasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa forum BoP dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi dan kerja sama internasional.
Namun, menurut Guntur Romli, kondisi global saat ini justru menunjukkan paradoks. Ia menilai pihak-pihak yang tergabung dalam forum tersebut belum mampu menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian, bahkan cenderung terlibat dalam konflik yang memperburuk situasi.
Isu kemerdekaan Palestina sendiri hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional, termasuk Indonesia yang secara konsisten menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sesuai amanat konstitusi.





