MoneyTalk, Jakarta – Ketua Lembaga Pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nikson, menilai keberhasilan pembangunan nasional Indonesia saat ini tidak terlepas dari arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menitikeratkan pada kesinambungan, dan strategi jangka panjang.
Dalam wawancara khusus, Tommy menegaskan bahwa Presiden Prabowo memandang pembangunan sebagai proses berkelanjutan lintas generasi. “Pembangunan Nasional bukan pekerjaan satu periode. Ini adalah estafet panjang yang harus dilanjutkan dengan konsisten,” ujarnya, merujuk pada penegasan Presiden mengenai pentingnya kontinuitas pemerintahan, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Tommy, salah satu program unggulan yang menjadi fondasi utama adalah swasembada pangan, energi, dan air. Pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga melakukan modernisasi sektor pertanian dan mendorong pengembangan energi terbarukan.
“Ini adalah langkah strategis untuk memastikan Indonesia mandiri, dan tidak bergantung pada pihak luar,” katanya .
Selain itu, reformasi sistem penerimaan negara dan birokrasi juga menjadi fokus penting. Pemerintah berupaya menciptakan tata kelola yang transparan dan efisien agar pembiayaan pembangunan dapat berjalan optimal. Tommy menilai langkah ini sebagai upaya memperkuat fondasi fiskal negara dalam jangka panjang.
Di bidang sosial, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pemerataan hasil pembangunan. “Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan seluruh rakyat, bukan hanya sebagian kelompok,” ujar Tommy, mengutip pandangan Presiden tentang pentingnya keadilan sosial dalam pembangunan .
Program seperti makan bergizi gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, dan digitalisasi pendidikan dinilai sebagai investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan data pemerintah, program tersebut telah menjangkau jutaan penerima manfaat dan menciptakan lapangan kerja baru .
Tak hanya itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebut sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.
Tommy menyimpulkan, bahwa pendekatan pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo menekankan keseimbangan antara pertumbuhan, pemerataan, dan kemandirian nasional. “Ini bukan sekadar program jangka pendek, tetapi fondasi menuju Indonesia maju dan berdaya saing global,” tuturnya.




