BPPMT Pekanbaru Kirim 30 Transmigran Penggerak ke Enam Kawasan Transmigrasi 

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kementerian Transmigrasi, mencatatkan langkah baru dalam penguatan pembangunan kawasan transmigrasi dengan melepas 30 orang Transmigran Penggerak ke enam Kawasan Transmigrasi (KT), Senin (27/4/2026).

Enam kawasan yang menjadi tujuan penugasan yakni KT Lunang Silaut di Provinsi Sumatera Barat, KT Pulau Rupat di Provinsi Riau, KT Telang di Provinsi Sumatera Selatan, KT Lagita di Provinsi Bengkulu, KT Bathin III di Provinsi Jambi, serta KT Tanjung Banon Rempang di Provinsi Kepulauan Riau.

Kehadiran para Transmigran Penggerak lintas kawasan ini menjadi bukti semakin kuatnya semangat pembangunan dari pinggiran yang kini saling terhubung antarwilayah.

Transmigran Penggerak merupakan individu maupun kelompok masyarakat di kawasan transmigrasi yang memiliki kapasitas, semangat, serta kepemimpinan untuk mendorong perubahan di wilayahnya. Mereka telah mengikuti pelatihan intensif di BPPMT Pekanbaru sebelum akhirnya diterjunkan kembali ke daerah asal masing-masing.

Mereka diposisikan sebagai mitra strategis dalam menggerakkan sektor ekonomi, sosial, hingga inovasi berbasis potensi lokal yang dimiliki setiap kawasan transmigrasi.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun jiwa kepemimpinan (leadership) dan kemandirian masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif.

Peserta didorong untuk mampu mengidentifikasi peluang, mengelola sumber daya, serta menciptakan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Tujuan utama program ini adalah memperkuat peran masyarakat sebagai subjek pembangunan. BPPMT Pekanbaru ingin memastikan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak lagi bersifat top-down, melainkan tumbuh dari inisiatif, partisipasi, dan kekuatan lokal.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program ini juga diarahkan pada penguatan kelembagaan masyarakat serta pengembangan usaha produktif berbasis potensi kawasan.

Tidak hanya itu, Transmigran Penggerak juga diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dan memperluas jejaring kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Kepala BPPMT Pekanbaru, Ahmad Syahir, mengatakan program ini menyasar masyarakat transmigrasi yang memiliki potensi kepemimpinan dan kemauan untuk berkembang.

Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga kader-kader potensial di kawasan transmigrasi.

“Tak hanya individu, transmigran penggerak juga menyentuh dan hadir dari kelompok strategis seperti kelembagaan ekonomi dan komunitas produktif yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” kata Ahmad Syahir saat acara penutupan pelatihan dan pelepasan Transmigran Penggerak.

Menurutnya, dengan pendekatan berkelanjutan, para Transmigran Penggerak diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan di kawasan transmigrasi.

“Menggerakkan ekonomi, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan sebuah gerakan perubahan,” lanjutnya.

Kegiatan pelatihan kali ini juga dirancang untuk membangun jejaring antar kawasan transmigrasi. Dengan mempertemukan para penggerak dari berbagai daerah, diharapkan terjadi pertukaran ide, inovasi, dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat posisi masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan wilayah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *