Stop Bansos! Cetak Uang Hijau, Bangun 1 Juta Rumah!

  • Bagikan
Tuntutan Kenaikan Gaji Hakim, Menimbang Pengakuan Kemenkeu dan Rekomendasi KemenPAN-RB
Tuntutan Kenaikan Gaji Hakim, Menimbang Pengakuan Kemenkeu dan Rekomendasi KemenPAN-RB

MoneyTalk,Jakarta – Pengusaha sekaligus pengamat geopolitik Mardigu Wowiek kembali bikin geger. Dalam podcast bersama dr. Richard Lee, Rabu (17/9/2025), ia menuding problem ekonomi Indonesia bukan sekadar fiskal, tapi mental para pemimpinnya yang kurang berani.

Daripada Rp200 triliun diguyur untuk bansos yang hanya sekali jalan, Mardigu menyebut ide jenius Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: menggelontorkan dana langsung ke sektor produktif agar ekonomi berputar cepat.

“Kalau bansos ya habis begitu saja. Kalau dimasukin ke perekonomian, pengusaha hidup, keluarganya hidup, karyawan dapat kerjaan, vendor bergerak. Efek multiplikasinya bisa 10 kali lipat,” tegas Mardigu.

Rumah 1 Juta Unit, Semua Pakai Produk Lokal. Mardigu bahkan mengusulkan printing money dengan skema unik: cetak uang baru berwarna hijau, khusus untuk program pembangunan nasional. Misalnya, 100 triliun disuntikkan untuk membangun 1 juta rumah.

“Semua bahan lokal! Semen, pasir, batu, kayu, semua produk dalam negeri. Uang hijau itu dipakai muter selama 5 tahun, lalu ditarik lagi. Nol inflasi!” jelasnya.

Ia mencontohkan Tiongkok yang dulu menggunakan dua mata uang: yuan internasional dan renminbi domestik. Hasilnya? Dalam 20 tahun, China mampu membangun 35 miliar m² gedung tanpa tergantung utang Barat.

“Kita Butuh Nyali, Bukan Cuma Orang Pintar!”

Mardigu menilai Indonesia punya banyak ahli ekonomi, tapi tidak punya pemimpin bermental baja.

“Knowledge itu nomor sepuluh, nyali nomor satu. China berani, Putin berani. Kita? Banyak orang pintar, tapi enggak punya biji!” katanya sambil tertawa.

Prabowo Boy: Stimulus Nasionalis, Lebih jauh, Mardigu mengusulkan agar stimulus Rp200 triliun berikutnya diarahkan kepada pengusaha lokal nasionalis di setiap kabupaten. Ia menyebut program itu sebagai “Prabowo Boy”, yaitu penyaluran dana 500 miliar–2 triliun bagi pengusaha terpilih.

“Kalau ini jalan, ekonomi bakal menggeliat. Dari Palembang sampai Papua bisa muncul industri baru. Jangan lagi uang rakyat habis di atas meja tanpa hasil!” ucapnya.

BUMN Bubar, Negara Jadi Regulator! Mardigu juga menyentil BUMN. Menurutnya, negara tidak boleh jadi operator bisnis, cukup jadi regulator.

“Negara pegang SDA sesuai Pasal 33, titik! Hotel, bank, airline, kosmetik? Sudah, IPO aja. Kalau negara ikut dagang, UKM mati!” sergahnya.

Pernyataan Mardigu ini jelas jadi tamparan telak: Indonesia butuh keberanian, bukan sekadar teori. Dari ide uang hijau, rumah sejuta unit, hingga “Prabowo Boy”, ia mendorong revolusi kebijakan ekonomi demi lepas dari jebakan utang dan mental bansos.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *