MoneyTalk, Jakarta – Direktur Eksekutif Soekarno-Hatta Institute, M. Hatta Taliwang, memaparkan daftar tokoh politik di negara-negara Barat yang secara terbuka menyatakan diri sebagai gay, lesbian, biseksual, maupun transgender saat menjabat atau sebelum menduduki jabatan publik penting.
Dalam penelusuran Hatta Taliwang menyebut fenomena keterbukaan identitas LGBT di dunia politik Barat semakin luas, bahkan telah menyentuh level kepala negara dan kepala pemerintahan.
Salah satu contoh yang disorot adalah Leo Varadkar. Politikus Irlandia itu secara terbuka menyatakan dirinya gay pada 2015, ketika negaranya sedang mengalami perubahan sosial besar.
Menurut Hatta, Irlandia yang dahulu dikenal sebagai negara Katolik konservatif kemudian berubah menjadi lebih liberal setelah melegalkan pernikahan sesama jenis melalui referendum rakyat pada 2015.
“Karena itu Varadkar sering dianggap simbol perubahan sosial di Eropa Barat,” tulis Hatta, Jumat (8/5/2026).
Selain Varadkar, Hatta juga menyoroti Elio Di Rupo yang pernah menjabat Perdana Menteri Belgia periode 2011-2014. Di Rupo disebut sebagai salah satu kepala pemerintahan Eropa pertama yang terbuka sebagai gay.
Belgia sendiri dikenal sebagai salah satu negara paling awal di Eropa yang melegalkan pernikahan sesama jenis dan memberikan perlindungan hukum terhadap komunitas LGBT.
Tokoh lain yang disebut Hatta adalah Jóhanna Sigurðardóttir. Politikus Islandia itu disebut sebagai kepala pemerintahan pertama di dunia yang secara terbuka lesbian.
“Pemerintahannya dikenal pro kesejahteraan sosial, reformis, mendukung kesetaraan gender dan LGBT,” kata Hatta.
Dalam daftar yang dipaparkan, Hatta juga menyebut sejumlah tokoh lain di Amerika Serikat dan Eropa, di antaranya Xavier Bettel, Ana Brnabić, Edgars Rinkēvičs, hingga Gabriel Attal.
Untuk pejabat tingkat menteri, Hatta memasukkan nama Pete Buttigieg, Rachel Levine, dan Petra De Sutter yang dikenal sebagai perempuan transgender pertama di pemerintahan federal Belgia.
Hatta juga memberikan catatan khusus terkait Emmanuel Macron dan Justin Trudeau. Menurutnya, keduanya bukan bagian dari komunitas LGBT meski dikenal vokal mendukung hak-hak LGBT.
“Macron tidak pernah menyatakan diri sebagai LGBT dan sudah membantah rumor yang beredar. Trudeau juga heteroseksual dan dikenal sebagai pendukung hak LGBT,” tulisnya.
Hatta menegaskan daftar tersebut hanya memuat tokoh yang secara terbuka menyatakan identitas LGBT saat atau sebelum menjabat. Ia menyebut masih banyak tokoh lain di tingkat lokal maupun parlemen di berbagai negara Barat.
“Kalau mau fokus satu negara seperti Prancis, Jerman, atau Belanda, daftar itu bisa jauh lebih panjang lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan data tersebut diambil dari berbagai daftar publik internasional yang diperbarui hingga April-Mei 2026.


