Menurut Rabi Elhanan Beck, Israel Harus Dibubarkan: Sejalan dengan Sikap Iran terhadap Zionisme

  • Bagikan
Sutoyo Abadi

MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan kontroversial datang dari tokoh Yahudi Ortodoks asal Inggris, Rabi Elhanan Beck, yang secara terbuka menyatakan bahwa negara Israel modern seharusnya dibubarkan. Pandangan tersebut dinilai sejalan dengan sikap Ayatollah Ali Khamenei yang selama ini menegaskan penolakannya terhadap negara Israel, namun bukan terhadap umat Yahudi sebagai pemeluk agama.

Hal itu mengemuka dalam diskusi rutin Kajian Politik Merah Putih pada Jumat (8/5/2026) yang dibahas oleh pengamat politik Sutoyo Abadi. Diskusi tersebut secara khusus menyoroti pandangan Rabi Elhanan Beck mengenai Zionisme dan keberadaan negara Israel.

Menurut Sutoyo Abadi, banyak pihak di dunia yang keliru memahami sikap Iran terhadap Yahudi. Ia menegaskan bahwa di Iran, komunitas Yahudi tetap hidup berdampingan dengan mayoritas Muslim dan diakui secara resmi dalam konstitusi Republik Islam Iran.

Di Teheran, komunitas Yahudi bahkan memiliki lebih dari 20 sinagoge dan tetap menjalankan aktivitas keagamaannya secara terbuka. Kaum Yahudi juga memiliki perwakilan khusus di parlemen Iran, meskipun dalam situasi politik yang kompleks di kawasan Timur Tengah.

“Di sinilah kearifan dan pemahaman mendalam terhadap Taurat oleh pemimpin Iran yang sering tidak dipahami dunia,” ujar Sutoyo Abadi.

Ia menambahkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei pernah menegaskan tujuan Iran adalah menghapus negara Israel sebagai entitas politik, bukan memusnahkan umat Yahudi.

Iran sendiri menyatakan bahwa masa depan Palestina harus ditentukan oleh seluruh rakyat Palestina, termasuk Muslim, Kristen, dan Yahudi yang tinggal di wilayah tersebut.

Pernyataan Rabi Elhanan Beck kemudian menjadi sorotan karena dianggap memperkuat narasi bahwa penolakan terhadap Zionisme tidak selalu identik dengan kebencian terhadap agama Yahudi.

Bagi kelompok Yahudi Ortodoks seperti Neturei Karta, Zionisme dianggap bertentangan dengan ajaran Taurat. Menurut mereka, kaum Yahudi masih berada dalam masa pengasingan yang ditentukan Tuhan, sehingga mendirikan negara sendiri sebelum waktunya dipandang sebagai bentuk pembangkangan terhadap kehendak Ilahi.

Rabi Elhanan Beck secara konsisten menyatakan bahwa tanah Palestina secara historis dan moral adalah milik rakyat Palestina. Ia menilai kaum Yahudi semestinya hidup berdampingan di bawah pemerintahan Palestina sebagaimana yang terjadi sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948.

Dalam berbagai pernyataannya, Beck juga membedakan secara tegas antara Yudaisme sebagai agama dan Zionisme sebagai gerakan politik.

“Israel adalah negara yang paling berbahaya bagi umat Yahudi saat ini,” ujar Beck dalam salah satu video yang viral di media sosial.

Ia bahkan menyerukan pembubaran negara Israel secara damai demi mengakhiri konflik berkepanjangan dan pertumpahan darah di kawasan Timur Tengah.

Meski menuai kecaman keras dari kelompok pro-Zionis, pandangan Beck terus mendapat dukungan dari sejumlah aktivis kemanusiaan internasional. Di Indonesia, pernyataan tersebut banyak dikutip sebagai bukti bahwa konflik Palestina-Israel tidak semata-mata dipandang sebagai perang agama antara Islam dan Yahudi, melainkan juga konflik politik dan kemanusiaan yang kompleks.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *