MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi meminta pemerintah segera mencopot Djaka Budi Utama dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai setelah namanya disebut dalam perkara dugaan suap pengurusan impor yang menyeret perusahaan Blueray Cargo.
Menurut Muslim Arbi, pencopotan perlu dilakukan untuk menjaga integritas institusi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekaligus memastikan proses hukum berjalan secara transparan tanpa intervensi.
“Kalau nama seorang Dirjen sudah disebut dalam dakwaan kasus suap dan ada dugaan keterlibatan dalam rangkaian pertemuan dengan pihak yang kini menjadi tersangka, maka sebaiknya segera dinonaktifkan atau dicopot sementara demi menjaga marwah institusi,” kata Muslim Arbi kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Muslim menyoroti kemunculan nama Djaka Budi Utama dalam surat dakwaan perkara dugaan suap pengurusan impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (6/5/2026).
Dalam dakwaan tersebut, nama Djaka disebut berada dalam rangkaian pertemuan antara pejabat DJBC dengan sejumlah pengusaha kargo sebelum dugaan praktik pengondisian jalur impor terjadi.
Muslim juga menyinggung pertemuan di Hotel Borobudur yang diduga dihadiri Djaka Budi Utama bersama bos Blueray Cargo, John Field. Diketahui, John Field telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
“Ini bukan persoalan suka atau tidak suka terhadap seseorang. Ini soal etika jabatan dan kepercayaan publik. Presiden dan Menteri Keuangan harus bertindak cepat agar tidak muncul persepsi adanya pembiaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah pencopotan sementara merupakan hal lazim dalam proses penegakan hukum terhadap pejabat publik yang namanya telah disebut dalam proses persidangan.
“Kalau pemerintah ingin serius memberantas mafia impor dan praktik suap di Bea Cukai, maka semua pihak yang disebut dalam dakwaan harus diperiksa secara terbuka, termasuk Djaka Budi Utama,” tegasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari Djaka Budi Utama terkait namanya yang disebut dalam surat dakwaan perkara tersebut.
Djaka Budi juga belum memberikan pernyataan terkait permintaan Muslim Arbi yang mendesak untuk mundur dari Dirjen Bea Cukai.





