Heboh Dugaan Asusila di Mobil Dinas Pemkab Pasuruan, CBA Soroti Anggaran Asuransi Kendaraan Mewah

  • Bagikan
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi

MoneyTalk, Jakarta – Dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bersama seorang perempuan di dalam mobil dinas menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut disebut terjadi di area Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Desa Raci, Kecamatan Bangil.

Kasus ini memicu perhatian luas lantaran kendaraan yang digunakan disebut merupakan mobil dinas milik pemerintah daerah. Selain persoalan moral dan etika aparatur sipil negara, polemik juga melebar pada penggunaan fasilitas negara serta besarnya anggaran asuransi kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Pasuruan.

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, melontarkan kritik keras terhadap dugaan penyalahgunaan fasilitas negara tersebut.

“Menurut CBA, mungkin sang perempuan itu dianggap sudah sah milik negara oleh oknum pegawai Pemda Pasuruan tersebut sehingga berani melakukan tindakan asusila di dalam mobil dinas,” ujar Uchok Sky dalam keterangannya.

Ia juga menyinggung fakta bahwa kendaraan dinas Pemkab Pasuruan pada tahun 2025 telah diasuransikan dengan nilai anggaran yang cukup besar.

“Yang makin bikin geleng kepala, ada 10 SKPD di Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang sudah mengasuransikan kendaraan dinas dengan total anggaran mencapai Rp357 juta kepada pihak asuransi,” katanya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Uchok Sky, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pasuruan menjadi instansi dengan anggaran asuransi kendaraan tertinggi dibanding organisasi perangkat daerah lainnya.

“Juara penguras anggaran asuransi jatuh pada Setda Kabupaten Pasuruan. Anggarannya mencapai Rp103 juta, terbesar dibanding instansi lain,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tingginya anggaran asuransi di lingkungan Setda tidak lepas dari banyaknya kendaraan premium dan mewah yang digunakan.

“Karena mobilnya bermerk mewah dan lux seperti Denza, Santa Fe, Land Cruiser Prado, Camry, Fortuner VRZ, Accord, Avanza, Sealion, Hi Ace, Fortuner, Innova, Pajero, CRV, Isuzu, hingga Hilux,” ungkap Uchok Sky.

Tak hanya itu, Uchok juga menyinggung kendaraan yang disebut kerap digunakan oleh Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo.

“Dari mobil-mobil mewah di atas, coba tebak mobil merek apa yang selalu dipakai oleh Bupati Pasuruan H. M. Rusdi Sutejo atau biasa dipanggil Mas Rusdi,” sindirnya.

Dalam catatan CBA, sejumlah organisasi perangkat daerah yang telah menganggarkan asuransi kendaraan dinas di antaranya:

-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia: asuransi kendaraan roda empat merek Toyota sebesar Rp7,3 juta.

-Badan Keuangan dan Aset Daerah: asuransi kendaraan roda empat merek Toyota dan Suzuki sebesar Rp86 juta.

-Inspektorat: asuransi kendaraan merek Toyota sebesar Rp21 juta.

-Dinas Sosial: asuransi kendaraan Toyota sebesar Rp7 juta.

-Dinas Lingkungan Hidup: asuransi kendaraan dinas sebesar Rp15.482.480.

-Dinas Perindustrian dan Perdagangan: asuransi kendaraan merek Toyota sebesar Rp16.650.000.

-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian: asuransi kendaraan roda empat sebesar Rp36.450.000.

-Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi: asuransi kendaraan roda empat merek Toyota sebesar Rp14.420.077.

CBA meminta agar Pemkab Pasuruan memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas tersebut. Selain itu, pengawasan penggunaan aset negara dinilai harus diperketat agar fasilitas pemerintah tidak digunakan untuk kepentingan pribadi yang mencoreng integritas birokrasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Pasuruan terkait dugaan tindakan asusila tersebut maupun mengenai kendaraan dinas yang disebut dalam peristiwa itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *