Serangan ke Prabowo Menguat, Said Didu Soroti Diamnya “Dua Jokower” Istana

  • Bagikan
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu

MoneyTalk, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, melontarkan kritik tajam terkait komunikasi Istana di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Melalui unggahan di media sosial X pada Jumat (29/5/2026), Said Didu menilai serangan terhadap Prabowo semakin menguat, namun dua figur yang disebutnya sebagai “Jokower”, yakni Muhammad Qodari dan Hasan Nasbi, justru memilih diam.

“Serangan ke PS makin kencang, tapi 2 Jokower (Qodari dan Hasan Nasbi) yang bertanggung jawab atas komunikasi Istana diam seribu bahasa, termasuk banpres untuk kurban,” tulis Said Didu dalam unggahannya.

Ia kemudian mempertanyakan sikap diam tersebut dan mengaitkannya dengan sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Apakah karena junjungan mereka (Jokowi) melakukan hal yang sama sehingga mereka diam agar yang dianggap salah hanya PS?” lanjutnya.

Unggahan itu pun langsung memantik reaksi luas dari warganet. Sejumlah nitizen ramai memberikan komientar, baik yang mendukung maupun yang mengkritik pernyataan Said Didu.

Sebagian netizen menilai komunikasi publik Istana memang lemah dalam merespons isu-isu sensitif yang berkembang di masyarakat, termasuk polemik bantuan presiden untuk hewan kurban. Namun ada pula yang menilai kritik Said Didu bernuansa politis dan dapat memperkeruh suasana politik nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Hasan Nasbi maupun Muhammad Qodari terkait pernyataan tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *