MoneyTalk, Jakarta – Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto, kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto. Melalui akun media sosial X (Twitter), Henri menilai Prabowo tidak menunjukkan sikap yang layak dijadikan teladan ketika kondisi masyarakat Indonesia sedang menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan sosial.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perbincangan publik mengenai aktivitas dan agenda luar negeri Presiden Prabowo yang belakangan menjadi sorotan di media sosial. Sejumlah kalangan menilai di tengah berbagai persoalan domestik, mulai dari tekanan daya beli masyarakat, efisiensi anggaran, hingga tantangan lapangan kerja, para pemimpin negara seharusnya lebih menunjukkan empati dan kesederhanaan kepada rakyat.
Henri Subiakto menyebut seorang pemimpin idealnya mampu memberikan contoh melalui sikap, perilaku, dan keputusan yang mencerminkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, keteladanan menjadi salah satu modal penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
“Prabowo memang tidak bisa jadi teladan di saat Indonesia dalam keadaan penuh kesulitan,” tulis Henri dalam unggahannya yang kemudian ramai diperbincangkan warganet.
Unggahan tersebut memicu beragam respons. Sebagian pengguna media sosial mendukung kritik Henri dengan alasan pemimpin harus lebih fokus menyelesaikan persoalan rakyat. Namun di sisi lain, pendukung pemerintah menilai kritik tersebut terlalu berlebihan dan tidak mempertimbangkan berbagai agenda kenegaraan yang sedang dijalankan Presiden.
Perdebatan mengenai gaya kepemimpinan Prabowo sendiri bukan hal baru. Sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, berbagai kebijakan dan aktivitasnya kerap menjadi bahan diskusi publik. Pendukungnya menilai Prabowo sedang aktif membangun jaringan kerja sama internasional demi kepentingan nasional, terutama di bidang pertahanan, investasi, dan ekonomi. Sementara kelompok kritis menilai pemerintah perlu lebih fokus pada penyelesaian persoalan domestik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di tengah situasi ekonomi yang masih menghadapi tantangan global, isu keteladanan pemimpin menjadi perhatian penting. Masyarakat tidak hanya menilai keberhasilan pemerintah dari capaian program, tetapi juga dari simbol, sikap, dan pesan moral yang ditunjukkan para pemimpin negara dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Presiden Prabowo terkait pernyataan yang disampaikan Henri Subiakto tersebut. Namun perdebatan mengenai standar keteladanan seorang pemimpin diperkirakan akan terus menjadi bagian dari diskursus publik dalam perjalanan pemerintahan saat ini.





