Debat Panas di Semarang, Budiman Sudjatmiko Dikritik: Siapa yang Sebenarnya Sudah Dijinakkan?

  • Bagikan
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko

MoneyTalk.id – Perdebatan antara Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) sekaligus mantan aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko, dengan mahasiswa dalam sebuah forum di Semarang terus menjadi perbincangan publik.

Sorotan terbaru datang dari Dimar Sasongko yang mengunggah kritik tajam melalui platform media sosial pada Senin (15/6/2026). Dalam unggahannya, Dimar membandingkan posisi Budiman saat menjadi aktivis pergerakan mahasiswa pada era Orde Baru dengan perannya saat ini sebagai pejabat negara.

“Budiman Sudjatmiko, 1998: ditangkap, divonis 13 tahun penjara karena melawan Orde Baru. Ikon gerakan mahasiswa,” tulis Dimar.

Menurut Dimar, pada forum yang berlangsung 12 Juni 2026 di Semarang, Budiman hadir sebagai pejabat negara untuk menjelaskan berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, seorang mahasiswa yang mengaku pernah ditahan selama tiga bulan pasca aksi May Day menyampaikan kritik langsung kepada Budiman.

Mahasiswa tersebut menuduh Budiman bersikap munafik dan mempertanyakan sejumlah persoalan agraria serta konflik sosial yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian memadai, di antaranya kasus petani Pundenrejo dan Dago Elos.

Dalam unggahan tersebut, Dimar menilai pertanyaan-pertanyaan substantif yang disampaikan mahasiswa tidak memperoleh jawaban langsung dari Budiman. Mahasiswa itu kemudian memilih meninggalkan forum atau walk out.

Setelah mahasiswa tersebut keluar dari ruangan, Budiman disebut memberikan tanggapan kepada peserta yang masih berada di forum.

“Inilah yang disebut victim mentality. Apa kontribusinya bagi membangun peradaban?” demikian pernyataan yang dikutip dalam unggahan Dimar.

Pernyataan itu kemudian menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian publik di media sosial. Dimar menilai situasi tersebut menghadirkan ironi sejarah mengingat Budiman sendiri pernah menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan pada era Orde Baru.

“Tahun 1998, lu juga cuma mahasiswa yang ditangkap negara. Waktu itu, pejabat Orba juga pasti bilang hal yang sama tentang lu,” tulisnya.

Dimar kemudian menutup kritiknya dengan pertanyaan reflektif yang banyak dibagikan ulang oleh warganet.

“Dulu sistem yang harus dijinakkan aktivis. Sekarang, siapa yang sudah dijinakkan siapa?” katanya.

Peristiwa debat antara Budiman Sudjatmiko dan mahasiswa tersebut sebelumnya viral setelah rekaman video forum beredar luas di berbagai platform media sosial. Sejumlah pihak menilai insiden itu mencerminkan semakin menguatnya kritik kalangan mahasiswa terhadap pemerintah, sementara pihak lain melihatnya sebagai bagian dari dinamika dialog dalam ruang demokrasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Budiman Sudjatmiko terkait kritik yang disampaikan Dimar Sasongko melalui media sosial tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *