UBI, Robotisasi, dan Tantangan Ekonomi Masa Depan

  • Bagikan
Ini Tantangan Ekonomi Indonesia Menurut Proyeksi IMF
Ini Tantangan Ekonomi Indonesia Menurut Proyeksi IMF

MoneyTalk, Jakarta – Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh TV One Digital pada Sabtu (11/10), Budiman Sudjatmiko mengemukakan pandangan visionernya mengenai perubahan ekonomi akibat digitalisasi dan robotisasi.

Budiman mengusulkan gagasan tentang Universal Basic Income (UBI) sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi dampak kehilangan pekerjaan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi dan otomatisasi.

Pernyataan Budiman ini menyentuh beberapa isu mendasar yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia di masa depan. Termasuk potensi pasar carbon trading, peranan negara, serta pentingnya investasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Digitalisasi dan Robotisasi, Menata Ulang Tenaga Kerja

Budiman menyoroti dampak besar dari mekanisasi dan digitalisasi yang berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia di sektor-sektor tertentu. Menurutnya, ketika pabrik-pabrik beralih menggunakan robot, maka jam kerja tidak lagi terbatas.

Mesin-mesin dapat bekerja terus-menerus tanpa jeda, meningkatkan produktivitas. Akan tetapi, pada saat yang sama menghilangkan kesempatan kerja bagi manusia.

Oleh karena itu, Budiman menegaskan pentingnya memikirkan kesejahteraan para pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat proses ini. Salah satu solusi yang ia tawarkan adalah memberikan porsi saham kepada buruh yang dipecat, sehingga mereka tetap mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan yang berhasil melakukan efisiensi biaya melalui digitalisasi.

Alternatif lain yang diusulkan Budiman adalah penerapan Universal Basic Income (UBI), di mana negara membayar gaji warga negara menggunakan pajak yang dikumpulkan dari keuntungan perusahaan-perusahaan yang telah menurunkan biaya produksi berkat digitalisasi.

Universal Basic Income, Solusi Jangka Panjang

Budiman menjelaskan bahwa UBI merupakan program populer di banyak kota besar di luar negeri, meski belum diterapkan secara nasional di Indonesia. Menurut Budiman, UBI akan menjadi isu yang sangat krusial dalam satu dekade mendatang, terutama saat digitalisasi dan robotisasi semakin mengurangi kebutuhan manusia di dunia kerja.

Pendanaan UBI dapat berasal dari berbagai sumber. Salah satunya dari pajak yang dipungut negara atas keuntungan perusahaan-perusahaan yang diuntungkan oleh digitalisasi.

Budiman berpendapat, jika pemerintah mampu memanfaatkan potensi ini, maka produktivitas pajak yang dihasilkan bisa dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung melalui program seperti UBI.

Potensi Carbon Trading sebagai Pendanaan Sosial
Budiman juga menyinggung potensi pasar carbon trading, yang diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan minimal Rp800 triliun per tahun di Indonesia.

Menurutnya, pendapatan ini dapat dipajaki oleh negara dan digunakan untuk membiayai program-program sosial, termasuk UBI. Meskipun gagasan ini mungkin masih terdengar futuristik, Budiman meyakini bahwa carbon trading akan menjadi salah satu komponen penting dalam pendanaan layanan sosial di masa depan.

Prediksi Masa Depan, Pabrik Tanpa Pekerja dan Teknologi 3D Printing

Budiman memproyeksikan bahwa pada tahun 2045 dan seterusnya, pabrik-pabrik tidak lagi memerlukan manusia sebagai tenaga kerja utama. Di sisi lain, manusia juga tidak perlu membeli banyak kebutuhan sehari-hari dari industri, karena dengan teknologi 3D printing, mereka bisa memproduksi kebutuhan sendiri di rumah.

Dalam skenario ini, akan terjadi pemisahan antara industri dan masyarakat, di mana manusia tidak lagi bergantung pada pekerjaan industri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Investasi SDM sebagai Prioritas Di tengah pesatnya digitalisasi

Budiman menekankan pentingnya investasi dalam sumber daya manusia, terutama dalam aspek digitalisasi. Ia berharap, di masa pemerintahan yang akan datang, program investasi SDM akan menjadi prioritas utama, sebagaimana pemerintah saat ini fokus pada penciptaan lapangan kerja melalui omnibus law.

Budiman menyebutkan, jika Presiden Jokowi dikenal dengan omnibus law yang berfokus pada Cipta Kerja, maka di masa depan, Prabowo diharapkan dapat melahirkan program omnibus law yang transformatif dan fundamental untuk meningkatkan kualitas SDM.

UBI dan Tantangan Ekonomi Digital

Melalui wawancaranya, Budiman Sudjatmiko memberikan pandangan mendalam tentang tantangan yang akan dihadapi Indonesia dalam menghadapi revolusi digital. Dengan visi yang jelas tentang UBI, carbon trading, dan robotisasi, ia menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa investasi dalam SDM harus diprioritaskan agar Indonesia siap menghadapi tantangan dan peluang yang ada di era digitalisasi dan robotisasi yang semakin mendominasi.(c@kra)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *