Said Didu: Jokowi Tak Pernah Rela Lepas Kekuasaan, Kini Dinilai Kembali Galang Kekuatan Politik

  • Bagikan
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu

MoneyTalk.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menilai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah benar-benar rela melepaskan kekuasaan setelah berakhirnya masa jabatannya. Penilaian tersebut disampaikan Said Didu dalam tayangan di kanal YouTube Madilog – Forum Keadilan yang dipublikasikan pada Kamis (2/7/2026).

Dalam paparannya, Said Didu membeberkan sejumlah fakta yang menurutnya menunjukkan adanya upaya Jokowi untuk tetap mempertahankan pengaruh politik, bahkan setelah pemerintahan beralih kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Terus melawan, Jokowi tak pernah rela lepas kekuasaan,” ujar Said Didu sebagaimana dikutip dari tayangan tersebut.

Menurut Said Didu, terdapat sedikitnya lima indikator yang menjadi dasar penilaiannya.

Pertama, Jokowi disebut pernah mengupayakan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, namun gagal terealisasi.

Kedua, Said Didu menilai Jokowi memaksakan putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Wakil Presiden melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat itu dipimpin oleh adik iparnya.

Ketiga, ia menyebut Jokowi juga mendorong agar kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diisi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari lingkaran pendukung atau “Jokower”.

Keempat, Said Didu mengklaim Jokowi kembali berupaya memengaruhi arah politik nasional menjelang Pemilu 2029 dengan menginginkan Prabowo kembali maju berpasangan dengan Gibran.

Kelima, menurutnya, menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo, Jokowi mulai turun langsung menggalang kekuatan politik.

“Sepertinya Jokowi bangkit memimpin ‘perlawanan’ pihak-pihak yang kepentingannya ditangguhkan oleh Prabowo, terutama oligarki,” kata Said Didu.

Ia menilai berbagai manuver tersebut menunjukkan masih kuatnya keinginan Jokowi untuk mempertahankan pengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan konfigurasi politik nasional.

Pernyataan tersebut merupakan analisis politik Muhammad Said Didu yang disampaikan melalui kanal YouTube Madilog – Forum Keadilan. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari pihak Joko Widodo maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut terkait analisis yang disampaikan Said Didu. Sumber: Tayangan YouTube Madilog – Forum Keadilan, 2 Juli 2026. (Ys)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *