Tidak Tahu Etika Ketika Bamsoet Hadir Di Munaslub Kadin

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Kehadiran Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) KADIN Indonesia pada Jumat (13/9/24), di mana ia memberikan pidato tentang pentingnya wawasan kebangsaan dalam dunia usaha, telah memicu berbagai reaksi publik.

Salah satu tanggapan keras datang dari Tain Komari, Ketua Komunitas Diskusi Anti 86 (KODaT’86), yang mempertanyakan etika Bamsoet sebagai pejabat negara dalam keterlibatannya di dalam konflik internal KADIN.

Dalam sebuah wawancara telepon pada Minggu (15/9/24), Tain Komari mengungkapkan keprihatinannya mengenai posisi Bamsoet sebagai Ketua MPR RI.

Sebuah jabatan tinggi negara yang membawa simbol netralitas dan kepentingan bangsa, ternyata tidak bisa netral, dan sangat prihatin ketika melihat seorang Ketua MPR RI, yang seharusnya menjadi simbol netralitas dan menjaga kepentingan seluruh elemen bangsa, malah terlibat dalam bagian dari konflik internal KADIN,” ujar Tain.

Dan kehadiran Bamsoet dalam acara Munaslub KADIN menunjukkan bahwa pejabat negara telah masuk ke dalam wilayah yang seharusnya ia jauhi demi menjaga integritas jabatan yang dipegangnya.

“Bagaimana bisa seorang Ketua MPR RI berbicara tentang etika kebangsaan, tetapi di saat yang sama ia menjadi bagian dari pertikaian internal KADIN? Ini jelas menabrak prinsip-prinsip netralitas yang seharusnya dipegang teguh oleh seorang pejabat negara di posisi puncak seperti Bamsoet,” ungkap Tain.

Dan Keterlibatan aktif seorang Ketua MPR dalam Munaslub Kadin, apalagi di tengah konflik internal organisasi seperti yang terjadi di KADIN, dianggap merusak citra institusi negara yang bernama MPR, tutup Tain.(c@kra)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *