MoneyTalk, Jakarta – Dalam beberapa bulan terakhir, RANS Nusantara Hebat yang dikelola oleh Kaesang Pangarep dan Raffi Ahmad menjadi sorotan publik, terutama terkait dengan penurunan jumlah pengunjung yang signifikan. Di tengah popularitas awalnya yang sangat tinggi, kini tempat kuliner yang mengusung konsep food court dengan tenant-tenant lokal ini menghadapi tantangan besar. Dimas Kusuma, seorang vlogger yang mengunjungi lokasi tersebut, memberikan pandangannya melalui vlog yang tayang pada Sabtu (30/09), menyebutkan bahwa RANS Nusantara Hebat sepi pengunjung, bahkan pada malam minggu yang seharusnya ramai.
RANS Nusantara Hebat dibuka dengan tujuan untuk memperkenalkan cita rasa kuliner Indonesia sambil mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Konsep food court yang dirancang dengan baik ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai tenant lokal, memberikan pengalaman kuliner yang beragam bagi pengunjung. Pada awal kemunculannya, tempat ini booming, menarik perhatian banyak orang dengan antrean panjang dan kesulitan untuk mendapatkan tempat parkir. Namun, seiring berjalannya waktu, Dimas menemukan bahwa situasi tersebut berbalik.
Dalam vlognya, Dimas mencatat bahwa kunjungannya pada tanggal 28 September menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Ia mengamati bahwa banyak tenant yang tutup, dan pengunjung yang datang tidak sebanyak dulu.
“Dulu parkir sangat sulit, sekarang sepi,” ujarnya.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai masa depan RANS Nusantara Hebat, terutama jika dilihat dari sisi manajemen dan pemasaran.
Dimas mencatat bahwa RANS Nusantara Hebat berada di lokasi yang cukup terpencil di BSD, dan jauh dari pusat keramaian atau gedung perkantoran. Hal ini bisa jadi salah satu alasan mengapa pengunjung berkurang, terutama di hari kerja. Saat ia berkunjung pada malam minggu, jumlah pengunjung yang hadir jauh dari harapan.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa manajemen RANS Nusantara Hebat perlu mengevaluasi kembali strategi pemasaran mereka. Dimas berharap manajemen dapat menggenjot promosi dan menarik kembali pengunjung.
“Saya berharap manajemen bisa genjot promosi lagi, soalnya makin ke sini makin sepi,” tambahnya.
Menarik pengunjung di masa pascapandemi menjadi tantangan yang besar, dan kurangnya inovasi dalam hal promosi bisa menjadi faktor penyebab turunnya minat masyarakat untuk berkunjung.
Jika tren penurunan ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat besar tidak hanya bagi RANS Nusantara Hebat tetapi juga bagi tenant-tenant lokal yang bergantung pada keramaian pengunjung. Banyak dari tenant ini adalah UMKM yang membutuhkan dukungan agar tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Keterlibatan Kaesang dan Raffi Ahmad sebagai pemilik seharusnya dapat menarik lebih banyak perhatian, namun kenyataannya tidak selalu sesuai harapan.
Dalam situasi ini, manajemen RANS Nusantara Hebat memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan. Mungkin mereka perlu berinovasi dalam hal menu, mengadakan acara atau promosi yang menarik, atau bahkan memperluas jam operasional untuk mengakomodasi lebih banyak pengunjung. Dimas juga menekankan pentingnya menggaet pengunjung melalui media sosial dan kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan visibilitas mereka.
Momen penurunan RANS Nusantara Hebat muncul di tengah ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden yang akan datang dan pelan-pelan lengsernya Presiden Joko Widodo. Dinamika politik di Indonesia dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan perhatian terhadap hiburan serta tempat makan. Masyarakat mungkin lebih fokus pada isu-isu politik ketimbang hiburan dan kuliner, yang dapat berdampak langsung pada kunjungan ke tempat-tempat seperti RANS Nusantara Hebat.
Meskipun kondisi saat ini tampak suram bagi RANS Nusantara Hebat, masih ada harapan jika manajemen dapat melakukan perbaikan dan inovasi yang diperlukan. Keberlanjutan usaha ini penting tidak hanya untuk Kaesang dan Raffi, tetapi juga untuk tenant-tenant lokal yang menggantungkan hidup mereka di tempat ini. Di tengah tantangan yang ada, RANS Nusantara Hebat harus mampu bangkit dan kembali menjadi destinasi kuliner yang ramai pengunjung, terlebih dengan semangat untuk mendukung UMKM dan budaya kuliner Indonesia.(c@kra)




