Money Talk, Jakarta – Nilai sosial seseorang dalam kehidupan bermasyarakat diperoleh dari perilaku sosial dalam menjalankan norma sosial baik norma yang tertulis ataupun tidak tertulis seperti hukum adat yang berlaku. Itulah makanya Fufu Fafa selalu menjadi gunjingan dalam masyarakat karena ditengarai 99,99% mengerucut pada sosok calon orang nomor dua di republik ini.
Hukuman bagi seseorang yang melanggar norma biasanya diberikan masyarakat lebih kejam dari pelanggar hukum, baik berupa pengucilan ataupun pengusiran dari lingkungan sosial tertentu.
Saat ini psikologis Gibran sedang menjadi sorotan. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua mata publik sedang tertuju pada pemilik akun fufu fafa…, yang katanya tanggal 20 Oktober akan dilantik sebagai RI 2.
Setelah beberapa waktu dihantam oleh terbongkarnya perilaku, kebiasaan, karakternya, bukan tak mustahil jika kejiwaan/ psikologinya harus diperiksa ulang. Jangan sampai negara ini menjadi semakin rusak akibat ketidakstabilan psikis pemangku jabatan. Apalagi RI 2 yang notabene akan Bersama-sama RI1 mengambil kebijakan untuk rakyat.
Indonesia saat ini sedang SOS. Darurat segala-galanya…, jangan sampai nasib bangsa, negara, anak bangsa, menjadi bulan-bulanan pemerintahan yang tidak sehat…
Sejatinya seorang wakil presiden sudah memenuhi segala kriteria untuk memangku jabatan penting. Teuji segalanya, punya integritas yang bagus, kwalitas yang mumpuni, jiwa yang sehat, pikiran yang jernih, dan emosi yang stabil…, serta tentunya AKHLAQ dan MORAL yang baik.
PR kita semua, sebagai anak bangsa, sebagai rakyat, untuk menilai kembali semuanya dari NOL.
Jangan serahkan pekerjaan kepada orang yang salah, karena jika itu terjadi maka kehancuranlah yang didapat.
Sahabat Ida Fillah & Lillah
Gibran akan selalu menjadi duri dalam daging untuk Republik ini, apalagi bagi Pak Prabowo dan keluarganya yang telah dihinakan lewat akun tersebut.
Jadi teringat pernyataan akademisi yang membidangi pertahanan nasional sebelum Pilpres yaitu Ibu Prof. Conny Bakrie, yang mengatakan Parbowo hanya akan diberi waktu dua tahun untuk menjadi presiden. Tentu saja bagi seorang ilmuwan sekaliber Bu Conny, bukan sekedar manuver, tetapi ada sumber yang akurat.
Politik memang kejam. Siapa yang tidak bisa mengendalikan bola liar akan jatuh tersungkur oleh kelicikan lawannya.
Itulah sebabnya tuntutan untuk membatalkan pelantikan Gibran gemuruh bak angin topan yang siap menghantam dinasti politik yang dibangun di atas pondasi rapuh yaitu pengkerdilan hukum yang dilakukan oleh para hakim yang berada di ketiak Penguasa Tiran.
Teruslah berjuang untuk tegaknya hukum di republik yang kita cintai.
Fufu fafa akan tertulis dalam sejarah Indonesia, bahwa ada seorang putra mahkota yang amoral melenggang menjadi pemimpin bangsa.
Harga diri bangsa HANCUR seketika. Jargon Indonesia adalah bangsa bagian timur yang dikenal dengan sopan-santun, ramah, penuh etika, bermoral… ternyata berbanding terbalik dengan fakta yang ada. Tercoreng dan hancur oleh seorang GIBRAN yang ber fufu fafa.
Pembuktian bahwa Jokowi sebagai orang tua, sebagai ayah, GAGAL TOTAL. Tak heran jika Indonesia hancur di tangannya, karena memimpin keluarga, mendidik anak pun gagal alias tidak berhasil.
Saya yakin bahwa Pak Prabowo lebih cinta pada rakyatnya daripada harus menutupi bau bangkai yang ditimbulkan oleh lingkaran Jokowi, perusak tatanan bernegara dan berbangsa selama satu dekade ini.
Rakyat menunggu BUKTI
Tetesan Tinta Ida 061024
Penulis: Id@.NKusdianti, Sekjend FTA




