MoneryTalk, Jakarta – Melalui akun Facebook pribadinya, Agustinus Edy Kristianto menulis pernyataan yang menarik pada Selasa (14/10). Tulisannya tentang perhatian publik terkait kemungkinan Erick Thohir (ET) kembali diangkat sebagai Menteri BUMN.
Meski banyak yang mengira ia akan merespon secara negatif, Agustinus justru memberikan dukungannya. Dalam tulisan tersebut, ia menjelaskan alasan di balik pandangannya yang mungkin mengejutkan sebagian orang.
Agustinus mengawali pernyataannya dengan mendukung langkah presiden terpilih, Prabowo Subianto (PS), untuk memanggil Erick Thohir ke Kertanegara dan kemungkinan besar mengembalikannya ke posisi Menteri BUMN. Meskipun ada berbagai isu yang melibatkan Erick Thohir, terutama terkait dugaan korupsi dalam investasi BUMN, Agustinus meyakini bahwa keputusan ini bisa menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan janji Prabowo dalam memberantas korupsi.
Menurut Agustinus, Prabowo adalah seorang pemimpin yang tulus dan memiliki niat mulia untuk memerangi kemiskinan dan korupsi di Indonesia. Ia menggambarkan Prabowo sebagai sosok yang selalu memikirkan kepentingan rakyat. Prabowo bertekad untuk menghapus kemiskinan serta menjaga alam Indonesia agar lestari. Bahkan, Prabowo bercita-cita untuk mengembangkan potensi perdagangan karbon Indonesia yang bisa menghasilkan Rp1.000 triliun.
Dalam hal integritas, Agustinus menegaskan bahwa Prabowo memiliki komitmen yang kuat untuk menindak tegas korupsi. Ia berjanji akan menindak siapa saja yang bermain-main dengan anggaran negara, termasuk anggaran sebesar Rp450 triliun/tahun untuk program makan gratis yang dicanangkan. Dengan ketegasan ini, Prabowo bahkan siap memburu koruptor ke seluruh penjuru dunia, termasuk membentuk pasukan khusus yang akan fokus pada pemberantasan korupsi.
Erick Thohir dan Kasus Korupsi di BUMN
Meskipun dukungannya kepada Erick Thohir bisa tampak kontroversial, Agustinus memberikan argumen yang kuat mengapa penunjukan Erick Thohir kembali sebagai Menteri BUMN mungkin justru merupakan langkah yang tepat. Ia menekankan bahwa ini adalah kesempatan bagi Prabowo untuk menunjukkan komitmen anti-KKN yang lebih baik daripada presiden sebelumnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dinilai gagal melindungi keluarganya dari kasus korupsi.
Erick Thohir yang diduga terlibat dalam beberapa kasus korupsi besar di BUMN, seperti investasi Telkomsel/TLKM senilai Rp6,4 triliun di GOTO (di mana kakaknya juga terlibat) serta kasus Rekind yang melibatkan BUMN Pupuk Indonesia, menjadi sorotan publik. Agustinus berpendapat bahwa jika Prabowo mengangkat Erick kembali ke posisi Menteri BUMN, ini bisa menjadi peluang bagi Prabowo untuk memperkuat tekadnya dalam memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Erick Thohir, menurut Agustinus, harus diposisikan sebagai sosok yang berani melaporkan kasus-kasus korupsi, termasuk yang melibatkan keluarganya sendiri, kepada penegak hukum.
Prabowo Subianto: Macan Asia yang Anti-Korupsi
Agustinus juga memuji karakter Prabowo yang digambarkan sebagai sosok yang tegas, konsisten, dan berdedikasi untuk Indonesia. Ia menyebut Prabowo sebagai “macan Asia”, yang tak segan-segan bertindak tegas demi kepentingan rakyat. Dalam empat kali pencalonannya sebagai presiden dan wakil presiden, Prabowo dinilai tetap konsisten memperjuangkan visi dan misinya untuk Indonesia.
Kini, setelah akhirnya terpilih menjadi presiden, Prabowo diharapkan mampu menunjukkan kepemimpinannya yang berbeda dari pemimpin sebelumnya dengan benar-benar menegakkan hukum dan memberantas korupsi.
Sikap Prabowo yang anti-nepotisme juga menjadi sorotan dalam tulisan Agustinus. Ia menggarisbawahi bahwa meskipun saat ini Prabowo mungkin terlihat dekat dengan oligarki, itu hanyalah bagian dari strategi politik sementara. Agustinus yakin bahwa Prabowo tidak akan menjadi kaki tangan nepotisme ala pemimpin sebelumnya dan akan tetap konsisten dalam menegakkan prinsip-prinsip keadilan.
Harapan untuk Masa Depan
Agustinus mengakhiri tulisannya dengan keyakinan bahwa penunjukan Erick Thohir kembali sebagai Menteri BUMN merupakan langkah awal dalam memberantas korupsi di Indonesia. Menurutnya, Prabowo akan menggunakan kesempatan ini untuk membuktikan bahwa ia benar-benar berkomitmen dalam memerangi korupsi, bahkan jika itu berarti mengejar para pelaku di lingkaran terdekatnya, termasuk keluarga dan para pembantunya. Dengan begitu, misi “memburu koruptor sampai ke Antartika” yang sering disampaikan Prabowo bisa dimulai dari lingkungan terdekat.
Agustinus juga menegaskan bahwa ini adalah kesempatan bagi Prabowo untuk menunjukkan kepada publik bahwa ia berbeda dari para pemimpin sebelumnya. Dengan segala integritas, niat tulus, dan dedikasi yang dimiliki, Prabowo memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin yang akan membawa perubahan signifikan bagi Indonesia.
Pernyataan Agustinus Edy Kristianto tentang dukungannya terhadap Erick Thohir menunjukkan sudut pandang yang menarik dan tidak biasa. Ia meyakini bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Prabowo dalam memberantas korupsi dan memperkuat komitmen anti-nepotisme. Di tengah berbagai spekulasi dan isu yang melibatkan Erick Thohir, Agustinus justru melihat ini sebagai peluang bagi Prabowo untuk membuktikan integritasnya sebagai pemimpin yang tulus dan tegas. (c@kra)




