Anas Urbaningrum Ingatkan Pemerintah: Kelola Kemiskinan, Pengangguran, dan Ketimpangan dengan “Nilai Rasa”

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Politikus senior Anas Urbaningrum, memberikan catatan kritis sekaligus saran kepada para pengelola negara terkait pengelolaan isu kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial di Indonesia.

Anas menilai, meski data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif angka kemiskinan dan pengangguran menurun serta Gini Ratio yang turun dari 0,381 pada September 2024 menjadi 0,375 pada Maret 2025—kenyataan di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan.

“Perbaikan angka kemiskinan dan pengangguran tidak otomatis mengoreksi realitas kemiskinan dan pengangguran di lapangan. Jumlah rakyat yang merasakan beban hidup berat masih cukup besar. Sementara angka ketimpangan sosial juga masih tinggi,” ujar Anas di akun media sosialnya, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, data statistik memang penting, tetapi tidak cukup untuk menjelaskan perasaan masyarakat terkait ketimpangan. Ia menyebut perlunya perspektif “nilai rasa” dalam mengelola persoalan ini.

“Yang wajib dicermati adalah ‘perasaan ketimpangan’. Ini adalah hal ikhwal yang tidak memadai untuk diukur dan dijelaskan dengan angka-angka statistik. Perlu perspektif ‘nilai rasa’ untuk mengukurnya. Dan itu terkait dengan pola sikap dan perilaku di kalangan elit dan rakyat kebanyakan,” tegasnya.

Anas mengingat kembali teori deprivasi relatif yang pernah ia pelajari saat di FISIP Universitas Airlangga. Teori tersebut, meskipun tidak bisa sepenuhnya dipakai sebagai pisau analisis saat ini, dapat menambah perspektif bagi pemerintah.

Ia menekankan, pentingnya mengelola rasa deprivasi relatif di tengah masyarakat. Bukan hanya melalui kebijakan struktural yang nyata, tetapi juga lewat sikap dan gaya kepemimpinan para elit yang dapat diterima rakyat.

“Mengelola rasa ‘deprivasi relatif’ ini sungguh penting. Dengan kebijakan-kebijakan yang nyata-nyata bisa mengoreksi keadaan secara struktural dan dengan sikap, cara dan gaya para pengelola negara yang bisa ditoleransi oleh rakyat kebanyakan,” kata Anas.

Ia mengakui bahwa tugas ini tidak mudah. Namun, menurutnya, kesungguhan dan komitmen kuat akan sanggup menjawab tantangan tersebut.

“Kita semua berharap negeri ini terus bergerak maju dengan kesejahteraan yang makin baik, adil, dan merata. Negeri yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia kita, melajulah terus dengan selamat bersama seluruh rakyatnya,” pungkas Anas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *