Sri Mulyani Bukan Menteri, Tapi Utusan IMF–World Bank!

  • Bagikan

MoneyTalk,Jakarta — Ledakan pernyataan datang dari pengusaha dan pengamat geopolitik, Mardigu Wowiek. Dalam obrolan panas di kanal YouTube dr. Richard Lee, Rabu (17/9), Mardigu menuding bahwa penunjukan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan sejak era SBY, Jokowi, hingga Prabowo, bukan murni urusan politik dalam negeri, melainkan titipan kepentingan IMF dan World Bank.

“Itu bukan keputusan politik, tapi keputusan geopolitik. Beliau dikenal IMF–World Bank, jadi gampang dikendalikan,” tegas Mardigu.

Indonesia Telat 7 Tahun!Menurut Mardigu, akibat terlalu tunduk pada resep IMF, kebijakan fiskal era Sri Mulyani membuat ekonomi Indonesia tertinggal tujuh tahun dari momentum global. Dunia bergerak ke arah easy money, tapi Indonesia justru dicekik dengan kebijakan tight money.

“Harusnya seimbang antara fiskal dan moneter. Tapi kita telat, gara-gara terlalu kaku mengikuti aturan luar,” sindirnya.

Rp200 Triliun: Obat Pengencer Darah, Mardigu memuji langkah Menteri Keuangan saat ini yang langsung menyalurkan stimulus Rp200 triliun. Menurutnya, uang itu ibarat obat pengencer darah untuk tubuh ekonomi Indonesia yang nyaris beku.

“Kalau darah kental, macet. Dikasih Rp200 triliun, lancar lagi. Tapi kalau mau jadi negara terkuat di belahan selatan dunia, kita butuh Rp2.000 triliun. Itu baru obat keras!” katanya lantang.

Bukan Modal, Tapi Mental! Namun Mardigu menegaskan: bukan sekadar uang yang jadi masalah, tapi kurangnya entrepreneur sejati di negeri ini.

“Dari seratus orang, cuma satu yang benar-benar pengusaha tangguh. Padahal yang bisa mendorong ekonomi maju ya entrepreneur kuat. Duit tanpa mental pengusaha, sama saja buang percuma,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *