Ali Amran Tanjung: Parmusi Jadi Mata dan Pikiran Pemerintah, Pastikan Kebijakan Presiden Dijalankan di Daerah

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) periode 2025-2030, Ali Amran Tanjung, memastikan bahwa Parmusi  akan menjadi kaki, tangan, mata dan pikiran Presiden Republik Indonesia untuk mengawal kebijakan terbaik pemerintah pusat agar terlaksana hingga di daerah.

Ali menegaskan, meskipun presiden sudah membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyat, bisa saja kebijakan itu tidak dijalankan di daerah.

“Pemerintah harus memastikan bahwa apa yang menjadi kebijakan terbaiknya dijalankan di daerah. Bagaimana rakyat melihat kebijakan pemerintah? Apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan presiden. Kalau tidak, jangan salahkan presidennya. Karena presiden sudah membuat kebijakan yang tepat. Bisa saja tidak dijalankan di daerah. Ini menjadi tugas Parmusi. Parmusi berusaha menjadi kaki tangan, mata dan pikiran dan perasaan dari pimpinan negara,” tegas Ali  dalam wawancara khusus di channel Matra64.

Menurut Ali, sebagai mata pemerintah, Parmusi ada di provinsi hingga tingkat desa. Seluruh Pimpinan Pusat Parmusi, Pimpinan Wilayah, daerah, kecamatan hingga para dai daiyah akan menyerap informasi di masyarakat untuk dikumpulkan, dirumuskan solusi terbaik, dan disumbangkan pemikiran-pemikiran terbaik itu untuk bangsa dan negara.

Di sisi lain, Ali menegaskan, meskipun tidak berseberangan dengan pemerintah, Parmusi akan menjadi ormas pertama yang mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Parmusi tidak dalam posisi nunggu jika ada kebijakan yang perlu dievaluasi. Kita berangkat pada satu pandangan bahwa Pemerintahan Prabowo Subianto insyaAllah berfikir untuk kebaikan rakyat. Saya nilai, model Pak Prabowo itu betul-betul berpihak pada rakyat. Tapi, semua tahu bahwa Pak Prabowo juga baru satu tahun menjadi presiden. Tentu Prabowo akan dalam posisi melakukan penataan-penataan pemerintahan ini. Tetapi, jika ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang tepat, tentu Parmusi berada dalam kesempatan pertama untuk kritis. Kritis itu dalam rangka memberikan masukan-masukan. Bukan memarahi, tetapi memberikan solusi. Tentu dengan komunikasi-komunikasi yang dibungkus dengan suasana kebangsaan dan ke-Indonesia-an,” beber Ali.

Dalam pandangan Ali, tidak semua kebijakan yang dianggap salah berawal dari niat yang salah. Boleh jadi, sebuah kebijakan sebenarnya diawali dengan niat yang benar, tetapi dampaknya ke bawah belum tentu seperti yang diniatkan. Dalam posisi ini, Parmusi akan menjadi pihak pertama yang segera hadir memberikan solusi-solusi terbaik. Sehingga kebijakan itu bisa disempurnakan kembali menjadi kebijakan yang betul-betul bermanfaat untuk rakyat.

Ali Amran Tanjung berharap tokoh-tokoh terbaik bangsa untuk bergabung dalam Parmusi agar kontribusi Parmusi kepada bangsa dan negara optimal.  Parmusi akan menjadi “Rumah Besar Umat Islam”. “Parmusi menjadi rahmatan lil alamin bagi seluruh bangsa, apapun sukunya, apapun agamanya, apapun partai politiknya. Parmusi adalah rumah besar umat Islam, maka tokoh-tokoh terbaik dari bangsa ini hadir ke Parmusi. Sebagai ketua umum, saya membuka pintu. Mari, untuk Parpol Islam, Anda bisa berjuang untuk partai politik Anda, tetapi di rumah besar umat Islam. Parmusi sebagai bagian dari rakyat Indonesia secara umum, tapi menjadi bagian dari umat Islam secara khusus. Parmusi adalah organisasi yang lintas mashab, lintas partai politik, artinya seluruh partai politik masuk. Mari kita besarkan Parmusi ini agar bermanfaat untuk rakyat, bangsa Indonesia,” kata Ali.

Lebih lanjut Ali membeberkan salah satu kebijakan baru Parmusi. Jika sebelumnya hirarki   Ketua umum Parmusi langsung pada Ketua-ketua, di bawah kepengurusan baru, Ketua Umum  akan dibantu para Wakil Ketua Umum. Mulai dari Waketum Bidang Dakwah hingga Waketum Bidang Politik. Di dalam kepengurusan Parmusi akan diisi politikus partai politik, birokrat, ulama, pengusaha, pemikir, dan praktisi. Di sisi lain, sebagai Ketum Parmusi yang baru, Ali menyatakan tetap akan meneruskan semua hal-hal baik, yang sudah dilakukan, dirumuskan dan diterapkan oleh para pemimpin terdahulu, di antaranya program Desa Madani dan Da’i Daiyah.

 

Sumber: https://www.youtube.com/@Matra64-y2o

DR. Ali Amran Tanjung SH. M.Hum terpilih sebagai Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) periode 2025-2030 dalam Muktamar V Parmusi yang diselenggarakan di Majelis Az-Zikra Sentul, Bogor, 22-24 Desember 2025.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *