MoneyTalk,Jakarta – Pengamat geopolitik sekaligus wartawan senior Hendrajit angkat bicara menanggapi pernyataan Amien Rais yang tengah viral terkait hubungan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya. Ia menilai, apa yang selama ini hanya beredar sebagai rumor kini telah diangkat ke ruang publik sebagai “berita terbuka”.
Dalam keterangannya, Hendrajit menggambarkan rumor sebagai sesuatu yang lazim beredar secara terbatas—dari mulut ke mulut, dari kuping ke kuping—biasanya di ruang privat antarorang dekat. Namun, ketika isu tersebut diangkat ke publik, menurutnya, terjadi perubahan status yang signifikan.
“Rumor, gosip, atau desas-desus itu ibarat air yang semula jernih, lalu tersumbat dan menggenang hingga menjadi bau seperti air got. Ketika kemudian diangkat ke permukaan oleh sosok seperti Amien Rais, ia berubah dari bisik-bisik menjadi sesuatu yang diposisikan sebagai fakta,” ujar Hendrajit, Ahad (3/5/2026)
Ia menyebut langkah Amien sebagai bentuk “de-rumorisasi”, yakni mengubah isu yang sebelumnya liar tanpa sumber jelas menjadi narasi terbuka dengan sumber yang eksplisit. Dalam konteks ini, Amien tidak lagi berbicara sebagai sumber anonim, melainkan tampil terang sebagai pihak yang mengklaim informasi tersebut layak diketahui publik.
Meski demikian, Hendrajit mengaku masih bersikap skeptis terhadap kebenaran substansi yang disampaikan Amien. Namun ia menilai, langkah membuka isu ke publik memiliki konsekuensi tersendiri, baik jika informasi itu benar maupun sebaliknya.
“Terlepas benar atau tidak, jika rumor dibiarkan mengendap terlalu lama, ia bisa menjadi bom waktu yang meledak di tempat dan waktu yang tidak tepat. Tapi ketika sudah dibuka seperti ini, risikonya juga besar. Bahkan jika benar sekalipun, tetap ada konsekuensi yang harus ditanggung,” tegasnya.
Menurut Hendrajit, sosok seperti Amien Rais tentu memahami sepenuhnya risiko politik dan sosial dari pernyataan terbukanya. Namun dengan “de-rumorisasi” tersebut, ruang publik kini dipaksa menghadapi isu yang sebelumnya hanya beredar dalam bayang-bayang.



