LANSKIP Nilai 82 Penghargaan Bukti Kepemimpinan Responsif Dedie A. Rachim di Kota Bogor

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Penghujung tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin. Sepanjang masa kepemimpinannya, Kota Bogor berhasil menorehkan 82 penghargaan dari berbagai tingkatan, sebuah capaian prestasi yang dinilai membanggakan dan tidak diraih dengan cara mudah.

Direktur Analisis, Studi, dan Kajian Publik LANSKIP, Abdul Rachmat Saleh, menilai raihan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kreativitas, inovasi, serta kerja kolektif lintas sektor yang melibatkan pemerintah, publik, dan masyarakat secara luas.

“Penghargaan ini tidak datang secara instan. Ini adalah buah dari kerja keras yang konsisten, kepemimpinan yang responsif, inovatif, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Abdul Rachmat Saleh dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Dari total 82 penghargaan, sebanyak 30 penghargaan diraih di tingkat nasional, 41 penghargaan tingkat provinsi, serta 9 penghargaan individu yang secara langsung diberikan kepada Wali Kota Bogor sebagai pemimpin yang dinilai responsif dan kolaboratif.

Berbagai sektor strategis menjadi sumber utama prestasi tersebut, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan hidup. Salah satu capaian paling bergengsi adalah penghargaan nasional dalam penanganan stunting, sebuah isu krusial yang selama ini menjadi tantangan serius bagi banyak daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, Kota Bogor juga mencatatkan prestasi penting dalam reformasi hukum, dengan meraih predikat Indeks Reformasi Hukum bernilai AA. Predikat ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan iklim daerah yang aman, kondusif, dan nyaman bagi masyarakat.

Menurut Abdul Rachmat Saleh, disiplin tinggi dalam tata kelola pemerintahan menjadi fondasi utama keberhasilan Kota Bogor dalam mewujudkan arah pembangunan yang selaras dengan Asta Cita pemerintah.

“Pemerintah Kota Bogor terus bekerja tanpa mengenal lelah, meski dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pembenahan birokrasi, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan penyuluhan hukum kepada masyarakat,” katanya.

Ia menilai capaian ini menjadi modal strategis bagi Kota Bogor dalam memasuki tahun 2026. Namun demikian, ia menekankan pentingnya dukungan seluruh komponen masyarakat agar pembangunan kota dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.

“Dukungan masyarakat mutlak diperlukan untuk mewujudkan Kota Bogor yang maju, inovatif, dan kreatif, tanpa kehilangan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pondasi kota yang harmonis dan humanis,” tegasnya.

Abdul Rachmat Saleh menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kemampuan Kota Bogor dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sembari menjaga identitas lokal, akan menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan kota yang berdaya saing dan berkeadaban.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *