Pengamat: Pertemuan Presiden Prabowo dengan 22 Pengusaha Apindo Isyarat Strategi Senyap Redam Oligarki

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pertemuan Presiden dengan 22 pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bukan sekadar agenda silaturahmi ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat kedaulatan negara sekaligus menata ulang relasi antara negara dan kekuatan modal.

Menurut Amir, fakta bahwa rombongan pengusaha tersebut diantar oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan adanya dimensi politik-strategis dalam dialog tersebut. Ia menilai, pertemuan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah membangun komunikasi langsung dengan pelaku usaha utama guna memastikan arah pembangunan ekonomi nasional berjalan sejalan dengan amanat konstitusi.

“Presiden menyampaikan arahan penting tentang arah pembangunan ekonomi nasional yang berpijak pada Pasal 33 UUD 1945. Intinya adalah memperkuat kedaulatan negara dan kedaulatan rakyat melalui pengelolaan ekonomi yang berkeadilan,” ujar Amir dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, salah satu prioritas yang ditekankan Presiden kepada para pengusaha adalah penguatan proses industrialisasi nasional. Langkah tersebut dipandang krusial untuk mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor dan dominasi pasar global.

Lebih jauh, Amir membaca kehadiran Dasco dalam mengantar rombongan Apindo sebagai isyarat bahwa pemerintah ingin memperkuat civil society di sektor ekonomi dan industri. Dialog langsung antara kepala negara dan pelaku usaha dinilai sebagai upaya membangun keseimbangan baru antara kepentingan negara, rakyat, dan dunia usaha.

Dalam analisisnya, pertemuan tersebut juga merupakan bagian dari langkah operasional Presiden untuk secara sistematis meminimalisasi sikap “terjang oligarki” serta memahami dinamika kelompok yang ia sebut sebagai “serakahnomics”—yakni kecenderungan akumulasi kekuatan ekonomi yang berpotensi menjauh dari kepentingan publik.

“Secara intelijen politik, pertemuan ini dapat dibaca sebagai operasi senyap Presiden yang ditugaskan khusus kepada Dasco. Tujuannya membangun komunikasi langsung, memetakan kekuatan ekonomi, sekaligus memastikan arah industrialisasi tetap berada dalam kerangka kedaulatan nasional,” jelasnya.

Amir menilai, jika langkah tersebut konsisten dijalankan, maka pemerintah berpeluang menciptakan arsitektur ekonomi yang lebih adil—di mana negara tetap memegang kendali strategis, namun dunia usaha diberi ruang produktif untuk tumbuh dan berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat.

Pertemuan Presiden dengan para pengusaha Apindo ini pun dinilai menjadi penanda penting bahwa agenda industrialisasi dan kedaulatan ekonomi mulai ditempatkan sebagai prioritas utama dalam fase pemerintahan saat ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *