Gus Murtadho: Yahya Staquf Antek Zionis di Tubuh NU

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan keras dilontarkan aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Roy Murtadho atau yang dikenal sebagai Gus Murtadho, terkait sikap sejumlah tokoh terhadap isu geopolitik Timur Tengah dan posisi Indonesia.

Dalam pernyataannya, Gus Murtadho mengkritik negara-negara Arab Sunni yang menurutnya tidak tegas dalam membela Palestina. Ia juga menyinggung posisi Indonesia yang dinilainya terlalu dekat dengan Amerika Serikat.

“Selain negara-negara Arab Sunni yang menurut saya pengkhianat dan pengecut ini, jangan lupa Indonesia yang juga jadi anjing Amerika dan secara brutal didukung para ulama, terutama Yahya Staquf antek zionis di tubuh NU,” ujar Gus Murtadho dalam pernyataan yang beredar di media sosial, Selasa (3/2/2026).

Pernyataan tersebut secara langsung menyasar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf. Gus Murtadho menilai ada sikap politik tertentu yang menurutnya tidak sejalan dengan aspirasi sebagian warga nahdliyin terkait isu Palestina dan relasi dengan Barat.

Tak hanya melontarkan kritik, Gus Murtadho juga menantang pihak-pihak yang tidak sepakat dengannya untuk berdiskusi secara terbuka.

“Kalau ada kader NU tidak terima, mari kita berdebat terbuka!” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PBNU maupun dari Yahya Staquf terkait tudingan tersebut. Sejumlah kader NU di media sosial terlihat memberikan respons beragam, mulai dari yang mendukung hingga yang mengecam pernyataan itu karena dianggap provokatif dan berpotensi memecah belah internal organisasi.

Sebagaimana diketahui, NU merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang selama ini dikenal mengusung Islam moderat dan komitmen terhadap NKRI. Di bawah kepemimpinan Yahya Staquf, PBNU aktif dalam berbagai forum internasional dan dialog lintas agama.

Pernyataan Gus Murtadho ini diperkirakan akan memicu polemik lanjutan di kalangan warga nahdliyin, terutama di tengah situasi global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *