Gus Murtadho Soroti Dugaan Dana Hasbara Masuk ke Jaringan Aktivis NU

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan keras datang dari aktivis Nahdlatul Ulama, Roy Murtadho yang dikenal dengan panggilan Gus Murtadho. Ia menyoroti kemungkinan adanya aliran dana dari program Hasbara yang diduga telah menjangkau jaringan aktivis di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pernyataannya, Gus Murtadho mengaku memiliki keyakinan bahwa program komunikasi publik Israel tersebut telah bergerak masuk melalui berbagai jaringan aktivisme. Ia bahkan mendorong agar dugaan tersebut dapat ditelusuri secara serius melalui investigasi terbuka.

“Saya sih yakin dana Hasbara sudah menjalar di jaringan aktivis NU. Silakan kalau mau diinvestigasi. Ini akan jadi aib terbesar dalam sejarah gerakan Islam di Indonesia,” kata Roy Murtadho dalam pernyataan yang beredar di kalangan aktivis, Jumat (6/3/2026).

Pernyataan ini langsung memicu perhatian luas di kalangan aktivis dan pengamat gerakan Islam. Apalagi isu mengenai pengaruh propaganda global dan perang informasi di dunia digital semakin sering dibahas dalam diskursus geopolitik.

Hasbara sendiri dikenal sebagai program komunikasi dan hubungan masyarakat yang dikaitkan dengan upaya pemerintah Israel untuk membangun citra positif negara tersebut di dunia internasional. Program ini sering dipahami sebagai strategi diplomasi publik yang berfokus pada penyebaran narasi, informasi, maupun argumentasi yang mendukung posisi Israel dalam berbagai isu global.

Dalam praktiknya, Hasbara disebut memanfaatkan berbagai medium, mulai dari media massa, forum akademik, organisasi masyarakat, hingga kampanye digital di media sosial. Tujuannya adalah mempengaruhi opini publik internasional, khususnya terkait konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk isu yang berkaitan dengan Palestina.

Isu ini menjadi sensitif karena Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang selama ini dikenal memiliki sikap tegas dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Sejumlah tokoh NU juga aktif dalam berbagai forum internasional yang mengangkat isu kemanusiaan dan perdamaian di Timur Tengah. Karena itu, dugaan adanya infiltrasi dana propaganda asing ke jaringan aktivis dianggap sebagai persoalan serius jika benar terbukti.

Pernyataan Gus Murtadho juga dipandang sebagai dorongan agar organisasi masyarakat sipil menjaga transparansi, terutama terkait pendanaan kegiatan, program, maupun kerja sama internasional.

Sebagian aktivis menilai bahwa tudingan semacam ini perlu dibuktikan secara faktual melalui riset dan investigasi mendalam agar tidak menimbulkan fitnah atau polarisasi di tengah masyarakat.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan yang disampaikan Roy Murtadho tersebut. Namun diskursus mengenai pengaruh propaganda global di ruang aktivisme diperkirakan akan terus menjadi perdebatan di kalangan intelektual dan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *